top ear
KEJAHATAN JALUR TEMBUS SARANGAN : Pemuda Ini Tuliskan Kisah Menegangkan Saat Melintasi Jalan Sarangan-Cemoro Sewu di Malam Hari
  • SOLOPOS.COM
    Peta jalur tembus Cemoro Sewu-Sarangan,Magetan. (Istimewa/FB Kemal)

KEJAHATAN JALUR TEMBUS SARANGAN : Pemuda Ini Tuliskan Kisah Menegangkan Saat Melintasi Jalan Sarangan-Cemoro Sewu di Malam Hari

Diterbitkan Kamis, 25/06/2015 - 05:05 WIB
oleh Solopos.com/Aries Susanto/JIBI/Solopos
2 mnt baca -

Kejahatan jalur tembus Sarangan, Magetan di lereng Gunung Lawu harus diwaspadai pengguna jalan.

Madiunpos.com, MAGETAN – Menjelang Lebaran, aksi kejahatan diperkirakan meningkat. Modus kejahatan pun bermacam-macam, mulai penipuan, gendam, pencurian, hingga begal dengan modus meminta tolong di jalan yang sepi.

Baru-baru ini, Senin (22/6/2015), salah seorang warga Madiun, Jatim mengaku nyaris menjadi korban begal di jalur tembus Cemoro Sewu-Sarangan di lereng Gunung Lawu. Lokasi persisnya, jika dari arah Magetan berada di jalur selepas jembatan Sarangsari, Kecamatan Plaosan, Magetan.

Melalui akun Facebook-nya bernama Kemal Sampurna, remaja ini menceritakan kisah menegangkannya itu. Ia menuliskan modus kejahatan di jalur tersebut dengan cara meminta tolong kepada pengendara yang melintas. Waktu peristiwanya ialah petang selepas Isyak di mana jalur terlihat sepi.

“Saya dikejutkan dengan lampu senter yang tiba-tiba menyala dan keluar dari semak-semak/ hutan di kanan jalan yang ternyata adalah orang yang meneriaki saya seperti minta tolong. Saya sempat mengurangi kecepatan motor dan memperhatikan orang itu,” tulisnya seperti dikutip Madiun Pos, Rabu (24/6/2015).

Kala itu, Kemal tak sendirian. Ia bersama pacarnya dan dua temannya menunggang kendaraan motor berboncengan. “Kata pacar saya orang itu bersama dengan seorang wanita juga. Kurang lebih dia berbicara, Mas…Mas tolong, ini ada yang sakit/terluka enggak bisa jalan," tulisnya.

Merasa ada yang aneh dan diliputi waswas, apalagi malam hari, Kemal dan pacarnya pun langsung memacu kendaraanya kian kencang. Kemal mencoba menjauhi lokasi yang terlihat sepi senyap dan hanya berselimut kabut tebal dan hutan lebat itu.

“Jika keadaan darurat, dari awal seharusnya orang itu ada di tengah jalan atau setidaknya di pinggir jalan meminta bantuan, bukan bersembunyi di semak-semak dan baru menyalakan senter pada saat motor melintas,” tulisnya menguraikan sejumlah kejanggalan kejadian itu.

Kejadian itu, rupanya juga dialami kedua rekan Kemal yang tertinggal jauh di belakang. Modusnya sama, yakni muncul dari semak-semak hutan, lalu menyalakan santer dan meminta tolong ketika ada pengendara motor melintas.

“Bila ada yang menyelidiki tentang hal yang saya alami, silahkan beri tahu saya, kali aja saya salah sangka dan ternyata orang tersebut memang butuh bantuan, silahkan klarifikasi ke saya. Karena hal ini sangat meresahkan,” tulisnya.

Kisah menegangkan Kemal itu mendapatkan ratusan tanggapan, di-share lebih dari 800 kali.


Editor : Avatar ,
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com

berita terpopuler

Iklan Baris

berita terkini


Cek Berita Lainnya