Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

Kecamatan Tersepi di Grobogan Punya Stasiun Kereta Api Tertua

Ini dia kecamatan tersepi di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah (Jateng), yang ternyata memiliki potensi wisata sejarah berupa salah satu stasiun kereta api tertua di Jawa.
SHARE
Kecamatan Tersepi di Grobogan Punya Stasiun Kereta Api Tertua
SOLOPOS.COM - Salah satu stasiun kereta api tertua di Jawa yang ada di kecamatan tersepi di Kabupaten Grobogan. (heritage.kai.id)

Solopos.com, GROBOGAN — Memiliki luas sekitar 2.022,25 km persegi, Grobogan menyandang predikat sebagai kabupaten terluas kedua di Jawa Tengah atau Jateng, setelah Cilacap. Terbagi dalam 19 kecamatan, berikut fakta kecamatan paling lenggang atau tersepi di Grobogan.

Mengutip buku Kabupaten Grobogan Dalam Angka 2021 yang diterbitkan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Grobogan, Grobogan terbagi dalam 19 kecamatan. Ke-19 kecamatan itu yakni Kedungjati, Karangrayung, Penawangan, Toroh, Geyer, Pulokulon, Kradenan, Gabus, Ngaringan, Wirosari, Tawangharjo, dan Grobogan.

PromosiJos! Petani & Peternak Klaten Bisa Jadi Penopang Kedaulatan Pangan

Selanjutnya Purwodadi, Brati, Klambu, Godong, Gubug, Tegowanu, dan Tanggungharjo.

Dari 19 kecamatan itu, paling luas adalah Geyer, yang memiliki luas mencapai 204,98 km persegi, atau 10,14% dari total wilayah Grobogan. Sementara kecematan paling sempit atau terkecil adalah Tanggungharjo, dengan luas sekitar 50,09 km persegi, atau 2,48% dari total luas Grobogan.

Sementara itu, jika dilihat dari jumlah penduduknya, maka Purwodadi menjadi kecamatan terpadat dengan jumlah penduduk mencapai 139.387 jiwa atau 9,59 persen dari total penduduk kabupaten ini yang mencapai 1.453.526 jiwa. Sedangkan kecamatan tersepi atau paling lenggang dipegang oleh Kedungjati.

Baca juga: Kecamatan Tersepi di Banyumas Sebagian Penduduknya Gunakan Bahasa Sunda

Kedungjati memiliki luas area sekitar 145,18 km, atau sekitar 7,18 persen dari total luas Grobogan. Sedangkan jumlah penduduk Kedungjati hanya sekitar 43.720 jiwa. Dengan demikian, kepadatan penduduk di Kedungjati hanya mencapai 335 penduduk per km persegi.

Hal itulah yang membuat Kedungjati layak menyandang predikat sebagai kecamatan paling lengang atau tersepi di Kabupaten Grobogan. Sementara itu, kecamatan tersepi kedua di Grobogan dipegang Geyer, dengan tingkat kepadatan penduduk sekitar 337 jiwa per km persegi.

Kedungjati merupakan kecamatan di Grobogan yang berada di sisi barat selatan. Kecamatan ini berbatasan langsung dengan Kabupaten Semarang dan Kabupaten Boyolali.

Baca juga: Kecamatan Terpadat di Jateng Ternyata Ada di Kota Ini

Kecamatan tersepi di Grobogan ini terbagi dalam 10 kelurahan, yakni Deras, Jumo, Kalimaro, Karanglangu, Kedungjati, Kentengsari, Klitikan, Ngombak, Padas, Panimbo, Prigi, dan Wates.

Kedungjati juga merupakan salah satu daerah yang kerap kesulitan air karena daerahnya yang tandus dan kering. Kendati demikian, kecamatan tersepi di Grobogan ini memiliki salah satu stasiun kereta api tertua di Jawa, yakni Stasiun Kedungjati.

Stasiun Kedungjati resmi beroperasi pada 19 Juli 1868 atau 154 tahun yang lalu. Sempat berhenti beroperasi pada 1976 silam, stasiun kereta api yang berada di kecamatan tersepi di Grobogan ini kembali beroperasi untuk melayani penumpang KA Joglosemarkerto dan KA Brawijaya relasi Gambir-Malang dan KA Matarmaja dari Malang-Pasarsenen.



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Part of Solopos.com
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode