Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

Kecamatan Tersepi di Banyumas Sebagian Penduduknya Gunakan Bahasa Sunda

Berikut fakta terkait kecamatan tersepi atau paling lenggang di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah (Jateng).
SHARE
Kecamatan Tersepi di Banyumas Sebagian Penduduknya Gunakan Bahasa Sunda
SOLOPOS.COM - Tugu Pesawat yang menjadi ikon di Alun-alun Banyumas. (Dok. Solopos.com)

Solopos.com, BANYUMASBanyumas merupakan kabupaten di Jawa Tengah (Jateng) yang terbagi dalam 27 kecamatan. Dari 27 kecamatan itu, Kecamatan Lumbir merupakan yang tersepi atau paling lengang di Banyumas.

Mengutip dari data Kabupaten Banyumas Dalam Angka 2022 yang diterbitkan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Banyumas, Banyumas merupakan kabupaten terluas ketujuh di Jateng. Banyumas memiliki luas wilayah mencapai 1.327,59 km persegi.

PromosiRekomendasi Merek Jeans Terbaik Pria & Wanita, Murah Banget!

Kabupaten Banyumas terbagi dalam 27 kecamatan, dengan kecamatan paling luas adalah Cilongok dengan 105,34 km persegi. Sementara kecamatan paling sempit adalah Purwokerto Barat dengan luas hanya sekitar 7,40 km persegi.

Selain terluas, Cilongok juga menjadi kecamatan dengan penduduk paling banyak di Banyumas yakni 125.349 jiwa. Sementara itu, kecamatan paling lengang atau tersepi di Banyumas adalah Lumbir dengan kepadatan hanya sekitar 489 jiwa per km persegi.

Kecamatan Lumbir sebenarnya memiliki jumlah penduduk cukup banyak yakni 50.159 jiwa, atau sekitar 2,80% dari total penduduk Kabupaten Banyumas yang mencapai 1.789.630 jiwa.

Baca juga: Wow! Kecamatan Terluas di Banyumas Kaya Akan Wisata Alam Curug

Meski demikian, dengan luas 102,66 km persegi, atau terluas kedua di Banyumas, menjadikan Lumbir sebagai kecamatan tersepi.

Lumbir terbagi yang terletak di sebelah selatan Banyumas berbatasan dengan Kabupaten Cilacap. Lumbir terbagi dalam 10 kelurahan yakni Besuki, Canduk, Cidora, Cingebul, Cirahab, Dermaji, Karanggayam, Kedunggede, Lumbir dan Parungkamal.

Ada yang unik di kecamatan tersepi atau paling lengang di Kabupaten Banyumas ini. Ada kelurahan di Kecamatan Lumbir yang penduduknya masih menerapkan bahasa Sunda sebagai bahasa penuturan atau percakapan sehari-hari. Kelurahan atau desa itu adalah Desa Dermaji.

Baca juga: Marak Indekos Jadi Hotel Murah di Banyumas, PHRI: Merusak Harga!

Bahkan Dusun Cijurig, Desa Dermaji, Kecamatan Lumbir, dikenal sebagai wilayah di Jateng yang warganya masih menerapkan bahasa Sunda di Jateng. Meski demikian, bahasa Sunda yang dituturkan masyarakat Dusun Cijurig berbeda dengan bahasa Sunda pada umumnya. Bahasa Sunda yang digunakan masyarakat Desa Dermaji kerap disebut sebagai bahasa Sunda badeolan, atau bahasa Sunda yang kasar.

Tidak diketahui alasan pasti kenapa masyarakat di kecamatan tersepi atau paling lengang di Banyumas ini menggunakan bahasa Sunda sebagai penuturan. Meski demikian, banyak yang menyebut Desa Dermaji dulunya merupakan wilayah Kerajaan Galuh yang berkuasa di wilayah Jawa Barat pada abad ke-6.

Hal itulah yang membuat masyarakat Desa Dermaji di Kecamatan Lumbir masih memegang teguh adat istiadat Sunda, salah satunya dalam penggunaan bahasa Sunda sebagai penuturan.



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Part of Solopos.com
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode