[ X ] CLOSE

KEBUTUHAN POKOK : Harga Lombok & Brambang Segera Turun

KEBUTUHAN POKOK : Harga Lombok & Brambang Segera Turun
SOLOPOS.COM - Solopos Digital Media - Panduan Informasi dan Inspirasi
Sejumlah petani meyiapkan lahan pertanian bawang merah di areal persawahan dusun Sanden, Bantul, DI. Yogyakarta, Senin (15/07/2013). Panen cabai merah yang dirasa gagal akibat curah hujan yang masih tinggi pada musim kemarau basah tahun ini para petani segera beralih untuk menanam bawang merah, besar harapan mereka panen bawang merah di musin tananm kali ini dapat berhasil dengan nilai jual tinggi.

Sejumlah petani meyiapkan lahan pertanian bawang merah di areal persawahan Dusun Sanden, Bantul, DI. Yogyakarta, Senin (15/07/2013). Panen cabai merah yang dirasa gagal akibat curah hujan yang masih tinggi pada musim kemarau basah tahun ini para petani segera beralih untuk menanam bawang merah, besar harapan mereka panen bawang merah di musin tananm kali ini dapat berhasil dengan nilai jual tinggi.

Solopos.co, BANDA ACEH — Sepertinya para petani lombok dan brambang perlu segera memanen lalu menjual komoditas pertanian mereka. Demikian juga para pedagang bumbu dapur, sepertinya perlu segera menghabiskan stok cabai dan bawang merah yang telanjur mereka kulak dengan harga supermahal.

Pasalnya, 9.700 ton cabai rawit dan 17.000 ton bawang merah impor siap masuk pasar dalam negeri. Hal itu diungkapkan Menteri Perdagangan Gita Wirjawan yang ditemui wartawan seusai meninjau lokasi bekas gempa bumi di Kabupaten Aceh Tengah dan Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh.

Ia mengaku sudah mengambil sikap untuk mendatangkan komoditas cabai rawit dan bawang merah dari luar negeri lantaran stok dalam negeri dianggap tidak mencukupi. Menurut dia, faktor cuaca yang basah di musim kemarau ini turut membawa andil terhadap gagal panen sehingga stok dalam negeri secara keseluruhan menjadi tidak cukup.

“Mau tidak mau, kita impor untuk jaga stabilitas di dalam negeri. Kami ambil sikap untuk datangkan sekitar 9.700 ton cabai rawit dan 17.000 ton bawang merah,” ujar Gita. Ia menuturkan belasan ribu ton komoditas cabai rawit dan bawang merah impor akan masuk ke pasar di dalam negeri secara bertahap mulai pekan ini.

Pemerintah memilih mendatangkan cabai rawit dan bawang merah dari negara Vietnam dan Tiongkok. “Mudah-mudahan ini bisa membantu menjaga [stabilitas harga],” ujarnya.



Berita Terkait
    Promo & Events
    Berita Terkini
    Indeks Berita

    Apa yang ingin anda baca?

    :
    :
    Night Mode
    Notifications
    Support
    Privacy
    PasswordUpdated 15 days ago