Warga memilih sayuran yang sudah dipanen dari kebun warga di RW 011 Kelurahan Sangkrah, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo. (Espos/Wahyu Prakoso)
Solopos.com|soloraya

Kebun Warga untuk Pengembangan Ekonomi dan Bantu Cegah Stunting

Warga RW 011 Kelurahan Sangkrah, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo, mengelola kebun sayuran di lahan bekas relokasi bantaran Sungai Bengawan Solo. Keberadaan kebun itu membantu mereka yang terdampak secara ekonomi akibat pandemi Covid-19 sekaligus mendukung program kesehatan pencegahan stunting.

Solopos.com, SOLO – Pertanian perkotaan alias urban farming makin menjadi tren saat ini. Di negara maju, pertanian perkotaan menjadi jawaban kebutuhan pengadaan pasokan sayur mayur untuk mencegah ketergantungan dari luar kota atau luar negeri. Di Indonesia, pertanian ini menjadi sarana pemberdayaan warga di perkampungan untuk meningkatkan perekonomian dan memasok kebutuhan bahan pangan yang sehat.

Espos Premium merupakan layanan khusus dari Solopos.com yang lebih relevan dan memiliki diferensiasi dibandingkan free content. Untuk membaca artikel ini selengkapnya silahkan login atau daftar di SoloposID.

Kata Kunci : pertanian perkotaan urban farming urban farming solo urban farming saat pandemi pemberdayaan warga pemberdayaan warga Solo kebun warga pertanian urban pencegahan stunting Solo
2 SmartTV Baru dari Redmi Dirilis, Ada yang Rp6 Jutaan
2 SmartTV Baru dari Redmi Dirilis, Ada yang Rp6 Jutaan
Tak Kuat Tanjakan, Truk Kontainer Sebabkan Kecelakaan di Tol Semarang
Tak Kuat Tanjakan, Truk Kontainer Sebabkan Kecelakaan di Tol Semarang
Tinggal di Kandang Kambing, Guru Honorer di Ngawi Digaji Rp300.000
Tinggal di Kandang Kambing, Guru Honorer di Ngawi Digaji Rp300.000
Posisi Berangkulan, Mayat Sejoli di Tasikmalaya Bikin Geger
Posisi Berangkulan, Mayat Sejoli di Tasikmalaya Bikin Geger

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago