Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
 Presiden Joko Widodo (kanan) bersama Menteri Sekretaris Negara Pratikno (keempat dari kiri) menanam bibit pohon kelapa genjah bersama petani di lahan pertanian Giriroto, Ngemplak, Boyolali, Jawa Tengah, Kamis (11/8/2022). (Antara/Aloysius Jarot Nugroho)
Espos Plus News

Kebebasan Berserikat bagi Petani Belum Optimal

Para petani muda yang terhimpun dalam Serikat Petani Indonesia menuntut pemerintah menghentikan diskriminasi terhadap organisasi kemasyarakat petani di luar kelompok tani dan gabungan kelompok tani.

Solopos.com, SOLO – Para petani muda yang terhimpun dalam Serikat Petani Indonesia menuntut pemerintah menghentikan diskriminasi terhadap organisasi kemasyarakat petani di luar kelompok tani dan gabungan kelompok tani. Diskriminasi ini menyebabkan regenerasi petani tersendat dan kebebasan berserikat bagi petani belum optimal.

Salah satu pilar penting kedaulatan pangan adalah keberpihakan terhadap pelaku utama pertanian, yaitu petani dan keluarga petani sebagai produsen pangan utama di dunia. Hal tersebut juga dihadapkan pada tantangan besar, yakni regenerasi petani.

Berita Terpopular
Indeks Berita
Part of Solopos.com
Punya akun? Silahkan login
Daftar sekarang...
Support - FaQ
Privacy Policy
Tentang Kami
Kontak Kami
Night Mode