Kawasan Indekos Solo Disebut Tak Lagi Aman, FKPM Jebres: Wilayah Kami Kondusif

Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat (FKPM) dan pemangku wilayah Jebres, Solo, mengklaim kawasan indekos mahasiswa sekitar kampus UNS dan ISI aman dan kondusif.
SHARE
Kawasan Indekos Solo Disebut Tak Lagi Aman, FKPM Jebres: Wilayah Kami Kondusif
SOLOPOS.COM - Salah satu gang di kawasan indekos sekitar kampus Universitas Sebelas Maret (UNS), Jebres, Solo, Minggu (13/11/2022) malam. (Solopos/Gigih Windar Pratama)

Solopos.com Stories

Solopos.com, SOLO — Banyaknya keluhan dan aduan dari mahasiswa penghuni kawasan indekos di wilayah Jebres, Solo, baik secara langsung diwawancarai Solopos.com maupun melalui media sosial mendapat tanggapan dari para stakeholder dan pemangku kepentingan di wilayah itu.

PromosiAngkringan Omah Semar Solo: Spot Nongkrong Unik Punya Menu Wedang Jokowi

Mereka ramai-ramai membantah kabar yang menyebutkan situasi dan kondisi wilayah itu tidak aman dalam beberapa waktu terakhir. Seperti disampaikan Koordinator Keamanan Kawasan Belakang Kampus UNS Solo, Suwandi, saat diwawancarai Solopos.com, Kamis (24/11/2022).

Dia justru mempertanyakan dari mana sumber kabar itu. “Saya biasa nongkrong malam-malam di pinggir jalan, sharing dengan teman-teman FKPM [Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat]. Ada yang ronda saya ikut. Sepengetahuan saya sampai hari ini wilayah kami dalam keadaan kondusif,” ujarnya.

Suwandi yang juga Ketua FKPM Jebres, Solo, justru meminta informasi bagian mana di kawasan indekos sekitar kampus UNS itu yang disebut tidak aman. Sebab tidak ada laporan yang masuk terkait gangguan keamanan di belakang UNS. Seingat dia ada satu kejadian empat bulan lalu.

Ketika itu ada beberapa pengamen yang diduga kuat habis menenggak minuman keras atau miras. Tapi mereka tidak sampai mengganggu masyarakat. “Dari bau mulut mereka kan bisa diketahui. Tapi mereka tidak sampai mengganggu,” tuturnya.

Baca Juga: Kawasan Indekos Mahasiswa Solo Tak Lagi Aman, Tongkrongan pun Sepi saat Malam

Setelah itu, Suwandi tidak mendengar adanya kejadian yang mengganggu masyarakat di belakang UNS. Para pengamen tersebut juga tidak lagi terlihat. Aktivitas masyarakat pun menurutnya tidak ada yang berubah, masih seperti biasanya.

kawasan indekos mahasiswa solo
Pengendara sepeda motor melewati Jl Surya Utama di belakang kampus UNS Solo, Jumat (11/11/2022). ((Solopos/Bony Eko Wicaksono)

“Ndak ada sama sekali [gangguan keamanan]. Kebetulan saya kan sering sekali keluar nongkrong di depan Kecamatan, di depan STP, kadang-kadang juga di Taman Cerdas, di Taman Lansia, keliling terus. Tidak ada kejadian apa-apa,” kata dia.

Daerah Padat Penduduk

Suwandi mengimbau masyarakat yang tinggal di belakang UNS Solo, termasuk para pendatang atau penghuni kawasan indekos, supaya melapor kepada Ketua RT/RW, maupun Babinkamtibmas, dan kepolisian, bila memang mendapat gangguan keamanan.

Penuturan senada disampaikan tokoh masyarakat Panggungrejo, Jebres, di belakang kampus UNS, Honda Hendarto. Menurut anggota DPRD Solo itu aktivitas masyarakat, termasuk para penghuni indekos berlangsung seperti biasanya.

Baca Juga: Ketika Lingkungan Indekos Mahasiswa di Solo Tak Lagi Aman, Teror Menghantui

Dia juga masih kerap mendapati anak indekos yang pulang pada malam hari atau tengah malam setelah melakukan aktivitas mereka. “Aku nek pas nglilir, metu bengi neng ndalan tenguk-tenguk ya aman. Ora ana apa-apa. Semua biasa saja,” ujarnya.

Honda menjelaskan kawasan belakang Kampus UNS merupakan daerah yang padat penduduk dan dihuni ribuan pendatang atau anak indekos. Aktivitas mereka biasa sampai tengah malam. Selain itu banyak warung hik yang buka sampai malam.

“Warung wedangan banyak yang buka sampai tengah malam di dalam kampung. Jalan-jalan kampung ramai orang jualan. Jadi tidak ada kayak gitu. Rasa ketakutan dalam hal ini anak indekos atau penduduk, tidak ada yang begitu,” tutur dia.

Honda juga beberapa kali mendapati sepeda motor milik anak indekos di kawasan belakang kampus UNS Solo yang lupa dimasukkan ke rumah, tapi tetap aman atau tidak dicuri. “Anak kos termasuk yang putri pulang pukul 22.00 WIB sampai pukul 24.00 WIB juga masih ada,” ungkapnya.

Baca Juga: Peserta Solopos Youth Forum Curhat soal Pelecehan Seksual, Ini Respons Gibran

kawasan indekos mahasiswa uns solo
Salah satu gang menuju kawasan indekos sekitar kampus UNS di Jebres, Solo. Foto diambil belum lama ini. (Solopos/Gigih Windar Pratama)

Justru bila dibandingkan dengan kondisi tiga tahun lalu, menurut Honda, situasi dan kondisi kawasan belakang UNS saat ini sudah jauh lebih aman. Sebab dulu masih didengar beberapa kejadian pencurian sepeda motor milik anak-anak indekos.

Penghuni Indekos Diminta Melapor jika Alami Gangguan Keamanan

Lurah Jebres, Lanang Aji Laksito, mengungkapkan situasi dan kondisi kawasan belakang UNS aman dan kondusif. Perihal aduan penghuni indekos di belakang UNS ke Twitter Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, menurutnya, sudah ditangani.

Namun sejauh yang dia ketahui, pengadu belum memberikan keterangan secara resmi ke anggota Polsek Jebres. Padahal kepolisian sudah proaktif menghubungi yang bersangkutan dan ingin meminta keterangan lebih detail.

“Belum ada info lebih lanjut. Intinya polsek yang tindaklanjuti. Pelapor itu didalami oleh polsek, ditelusuri, pelapor janjian tapi tidak datang. Polisi sudah berkomunikasi, untuk mendalami informasi, tapi pelapornya enggak datang,” ungkapnya.

Baca Juga: Polisi Selidiki Pencurian-Pelecehan Seksual di Rumah Indekos Sekitar UNS Solo

Seperti diberitakan sebelumnya, sejumlah mahasiswa yang indekos di kawasan sekitar kampus UNS Solo menceritakan pernah mengalami kejadian tidak mengenakan mulai dari kamar yang dimasuki maling, pintu kamar diketuk orang tapi begitu dibuka orangnya kabur.

Kemudian ada juga mahasiswi yang bercerita secara langsung diwawancarai Solopos.com, pernah dikuntit dua orang laki-laki berboncengan naik motor yang pulang ke indekosnya pada malam hari.

Bahkan, ada mahasiswa UNS yang bercerita secara kepada Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka dan di hadapan seribuan peserta acara Solopos Youth Forum mengenai kejadian mengarah ke pelecehan seksual oleh seorang ekshibisionis saat pulang ke rumah indekosnya malam hari.




Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Part of Solopos.com
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode