[x] close
Kasus Positif Covid-19 Indonesia Meningkat, Kemenkes Khawatir
Solopos.com|news

Kasus Positif Covid-19 Indonesia Meningkat, Kemenkes Khawatir

Di minggu-minggu ini kasus positif Covid-19 di Indonesia meningkat. Hal ini membuat Kemenkes khawatir apalagi sebentar lagi ada Lebaran.

Solopos.com, SOLO -- Kasus positif Covid-19 di Indonesia pada minggu-minggu ini cenderung meningkat.

Menurut Kementerian Kesehatan, hal ini disebebkan karena kelalaian masyarakat dalam menegakkan protokol kesehatan di tempat umum. Alhasi, ada klaster-klaster penularan baru, seperti perkantoran, masjid, mudik, hingga takziah.

Baca Juga: Hari ini Bakal Jadi Puncak Arus Mudik, Ganjar Minta Penyekatan Diperketat

“Kita melihat kasus konfirmasi positif COVID-19 meningkat. Kita melihat juga sampai minggu keempat April 2021 kematian akibat COVID-19 juga meningkat, ada juga peningkatan kasus yang dirawat di rumah sakit," jelas Juru Bicara Vaksinasi Kemenkes, dr Siti Nadia Tarmizi dalam rilis tertulisnya yang diterima Solopos.com pada Selasa (4/5/2021).

Kondisi kasus positif Covid-19 Indonesia yang cenderung meningkat membuat Nadia khawatir. Apalagi masih ada masyarakat yang nekat melakukan mudik di momen Lebaran 2021, meski telah dilarang.

Baca Juga: Ada Lima KA Beroperasi Selama Larangan Mudik, Khusus Untuk Kalangan Ini

“Kita bisa melihat masyarakat masih ada yang mulai mudik terlebih dulu. Padahal kalau berkaca kejadian di India, melonggarnya protokol kesehatan,
terutama pada perayaan keagamaan menyebabkan terjadinya ledakan kasus yang cukup besar,” tambah dia.

“Jangan sampai kita menjadi sumber penularan atau korban penularan dari orang lain. Sehingga menyambut Idulfitri nanti kita harus perketat protokol kesehatan demi terhindar dari kesakitan dan kematian," pesan Nadia.

Baca Juga: Tak Hanya Jalan Utama, 20-An Jalur Tikus Di Prambanan Klaten Juga Diawasi Ketat

Euforia Vaksinasi Harus Ditekan

Dengan kasus positif Covid-19 yang meningkat, Indonesia masih harus melalui prose panjang untuk membentuk herd immunity bagi 181,5 juta penduduknya dengan vaksinasi.

Program vaksinasi pemerintah yang menyentuh angka 20,4 juta pada 3 mei lalu masih belum saatnya untuk dirayakan atau memberikan rasa aman
berlebihan kepada masyarakat sehingga mengabaikan protokol kesehatan.

Baca Juga: Bukan Hanya Pusat Belanja di Jakarta Sebabkan Kerumunan!

“Euforia vaksinasi terus kita tekan, dan selalu kita informasikan kepada setiap orang yang divaksinasi bahwa kita masih dalam masa pandemi, sehingga vaksinasi saja tidak cukup memberikan perlindungan. Tentunya harus melaksanakan protokol kesehatan,” ungkap dia.

Baca Juga:  Bersejarah! Ini Menu Sahur Soekarno-Hatta Saat Malam Penyusunan Teks Proklamasi


Berita Terkait
Indeks Berita
Promo & Events
Terpopuler
Berita Terkini
Indeks

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago