Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

Kasus Curanmor di Banyumas & Jepara Tertinggi se-Jateng

Kasus curanmor di Kabupaten Banyumas dan Jepara menjadi yang terbanyak atau tertinggi selama Operasi Sikat Jaran Candi pada 25 Agustus-13 September 2022.
SHARE
Kasus Curanmor di Banyumas & Jepara Tertinggi se-Jateng
SOLOPOS.COM - Kapolda Jateng, Irjen Pol. Ahmad Luthfi, menggelar jumpa pers terkait pengungkapan kasus curanmor selama Operasi Sikat Jaran Candi 2022 di Mapolda Jateng, Senin (26/9/2022). (Solopos.com-Adhik Kurniawan)

Solopos.com, SEMARANG — Jajaran Kepolisian Daerah Jawa Tengah atau Polda Jateng mengungkap ratusan kasus pencurian kendaraan bermotor atau curanmor dari berbagai daerah di Jateng selama Operasi Sikat Jaran Candi 2022. Dari 35 kabupaten/kota, Kabupaten Banyumas dan Kabupaten Jepara menjadi daerah dengan kasus curanmor tertinggi di Jateng.

Kapolda Jateng, Irjen Pol. Ahmad Luthfi, mengatakan Operasi Sikat Jaran Candi 2022 digelar selama 20 hari mulai 25 Agustus-13 September 2022. Selama 20 hari pelaksanaan Operasi Sikat Jaran Candi 2022 itu, aparat Polresta Banyumas mengungkap 42 kasus curanmor dengan 31 tersangka, sedangkan Polres Jepara mengungkap 40 kasus dengan 13 tersangka.

PromosiAngkringan Omah Semar Solo: Spot Nongkrong Unik Punya Menu Wedang Jokowi

“Operasi ini digelar menyeluruh dari tingkat Polsek, Polres, hingga Polda,” kata Luthfi saat konferensi pers di Mapolda Jateng, Senin (26/9/2022).

Luthfi menerangkan selama Operasi Sikat Jaran Candi 2022 juga diamankan 418 kendaraan baik roda dua maupun roda empat yang menjadi barang bukti kejahatan dari berbagai daerah di Jateng. Sementara jumlah tersangka yang diamankan mencapai 389 orang.

Perinciannya pencurian kendaraan bermotor mencapai 332 kasus, pencurian ternak 6 kasus, pencurian barang berharga 72 kasus, dan perampasan kendaraan bermotor sebanyak 3 kasus. Bahkan, turut diamankan pelaku pencurian kendaraan bermotor yang melibatkan satu keluarga.

Baca juga: 20 Hari, 40 Kasus Curanmor di Jepara Diungkap

“Modus operasi para pelaku saat melancarkan aksinya bersifat acak. Pelaku berpura-pura berkenalan dengan korban dan membawa kabur kendaraan milik korban. Selain itu pelaku memasuki rumah korban dengan cara memanjat. Ada juga pelaku pura-pura menjadi pembeli,” beber dia.

Luthfi pun akan mengundang korban pencurian untuk dikembalikan kendaraan bermotornya yanh hilang karena dicuri. Saat mengambil kendaraanya itu, korban dipastikan tidak akan dipungut biaya.

“Masyarakat harus waspada dan hati-hati terutama mengamankan kendaraannya dan mengamankan diri dari tindakan kejahatan,” imbau Kapolda Jateng.



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Part of Solopos.com
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode