top ear
Ilustrasi zona Covid-19. (freepik)
  • SOLOPOS.COM
    Ilustrasi zona Covid-19. (freepik)

Kasus Covid-19 Solo Tambah 11 Jadi 308, 2 Klaster Inspektorat

Pasien positif Covid-19 di Solo bertambah 11 orang, dua di antaranya dari klaster Inspektorat.
Diterbitkan Sabtu, 8/08/2020 - 20:15 WIB
oleh Solopos.com/Mariyana Ricky P.D
2 menit baca

Solopos.com, SOLO – Jumlah kasus positif Covid-19 di Kota Solo bertambah 11 orang per Sabtu (8/8/2020). Dua di antara mereka merupakan pegawai di kantor Inspektorat Solo.

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Solo, Ahyani mengatakan ada dua pegawai di kantor Inspektorat yang positif Covid-19. Sementara itu sampai saat ini total ada enam pegawai Inspektorat Solo yang positif Covid-19.

Dua pegawai tersebut tertular rekannya yang dinyatakan positif Covid-19. Kasus pertama pegawai terjangkit Covid-19 di lingkungan kantor itu juga berdomisili di luar daerah.

“Dia domisili di Karanganyar. Ketahuan positif karena timbul gejala lalu uji swab di rumah sakit (RS) dan hasilnya positif. Dari Karanganyar menotifikasi kami, lalu tracing rekan kerja yang seruangan itu,” kata dia, saat dihubungi Solopos.com, Sabtu petang.

Ini Aktivitas Mbah Minto Klaten Setelah Jadi Jutawan

Dua pegawai Inspektorat yang berdomisili di Solo menambah jumlah kasus konfirmasi Covid-19 pada Sabtu ini. Selain itu, pihaknya juga menyebut tambahan sembilan kasus baru lagi.

Perinciannya, seorang dari hasil kontak tracing di Dinas Pendidikan (Disdik), enam rantai dari tracing kasus pada masyarakat umum sebelumnya, dan dua pasien suspek yang naik kelas.

“Jadi, jumlah kasus tambahan pada Sabtu ini mencapai 11 orang. Kumulatif totalnya 308 orang, perinciannya, 11 dirawat inap, 37 karantina mandiri, pulang/sembuh 250 orang, dan 10 meninggal dunia,” kata Ahyani.

6 Pegawai Positif Covid-19, Kantor Inspektorat Solo Ditutup Sementara

6 Rantai dari 3 Kasus

Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo yang juga Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Siti Wahyuningsih, mengatakan enam rantai itu berasal dari tiga kasus berbeda.

“Mojosongo ada dua kasus berbeda, rantainya masing-masing ada dua dan tiga. Lalu, satu lagi tracing dari kasus di Sumber. Untuk suspek naik kelas dari Banyuanyar dan Mangkubumen. Kemudian domisili dari kasus pegawai Pemkot, ada yang Sudiroprajan dan Banyuanyar dua orang,” kata Ning, sapaan akrabnya.

Dulu Cuma Rp20.000, Berapa Bayaran Mbah Minto Klaten Sekarang?

Catatan kumulatif pasien suspek menyentuh 1.038 orang. Penjabarannya, 979 sembuh/discard, 12 dirawat inap (suspek aktif), 2 isolasi mandiri, dan 45 suspek meninggal dunia.

“Beberapa kasus seperti di Mojosongo, tidak ada riwayat bepergian ke luar kota sehingga diduga transmisi lokal. Mungkin dari orang asimtomatik. Satu-satunya cara mencegah, perketat protokol kesehatan seluruh warga tanpa terkecuali. Jaga diri sendiri,” ucapnya.


Editor : Profile Chelin Indra Sushmita
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com


berita terkait

berita terpopuler

Iklan Baris

Properti Solo & Jogja

berita terkini