Kasus Covid-19 Solo Ngegas: Makan di Hik Dibatasi, Dilarang Nongkrong Sampai Tengah Malam!

Satgas Covid-19 Solo membatas aktivitas masyarakat, termasuk yang sering nongkrong di hik agar tidak berlama-lama karena situasi pandemi.
Kasus Covid-19 Solo Ngegas: Makan di Hik Dibatasi, Dilarang Nongkrong Sampai Tengah Malam!
SOLOPOS.COM - Ilustrasi hik atau angkringan (JIBI/Harian Jogja)

Solopos.com, SOLO – Penambahan kasus Covid-19 di Kota Solo, Jawa Tengah, terus meningkat dalam beberapa waktu terakhir. Hal ini membuuat Pemkot Solo menarik rem darurat dengan membatasi aktivitas masyarakat, termasuk bisnis kuliner di hik.

Satgas Covid-19 Kota Solo menyebut persebaran Covid-19 semakin tidak terkendali. Oleh sebab itu dibutukan kesadaran masyarakat untuk membatasi mobilitias dan menerapkan protokol kesehatan.

Baca juga; RSUD Bung Karno Solo Rekrut Sukarelawan Covid-19, Butuh 100-An Orang

Ketua Pelaksana Harian Satgas Covid-19 Solo, Ahyani, Pemkot telah mengeluarkan aturan terbaru berkaitan dengan pengetatan aktivitas masyarakat. Peraturan itu tertuang dalam SE Wali Kota Solo nomor 067/2022 yang mengatur penutupan objek wisata, tempat hiburan malam, dan pembatasan di berbagai tempat publik, termasuk hik.

"Hik ada perlakuan khusus, buka sesuai jam operasional. Tapi ya jangan nongkrong sampai tengah malam. Kita sarankan bawa pulang," ujar Ahyani seperti dikutip dari Detik.com, Rabu (30/6/2021).

Baca juga: Ini Dia 4 SMK Swasta Terbaik Nasional, Salah Satunya di Solo

Dalam SE, hik atau angkringan serta pedagang kaki lima kuliner tetap diatur maksimal 25 persen. Khusus makan di tempat dibatasi sampai pukul 22.00 WIB. Sedangkan layanan pesan antar diperbolehkan sesuai jam operasional.

Baca juga: Lezatnya Bakmi Toprak Plus Bakso di Gang Belakang Pasar Mebel Solo

Selain itu operasional mal juga dibatasi mulai pukul 10.00 WIB hingga 20.00 WIB. SE terbaru juga mengatur bahwa setiap anak berusia kurang dari 5 tahun, ibu hamil dan orang lanjut usia risiko tinggi dilarang memasuki pasar tradisional, toko modern, pusat perbelanjaan, tempat hiburan, tempat wisata dan tempat bermain.

Kebijakan itu diambil karena belakangan ini ada beberapa kasus anak terinfeksi Covid-19.

"Banyak anak yang terpapar. Kita ketatin dulu. Berkorban beberapa minggu dulu. Saya yakin nanti cepat turun," kata Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka di Balai Kota Solo.

Berita Terkait
    Promo & Events
    Berita Terkini
    Indeks Berita

    Apa yang ingin anda baca?

    :
    :
    Night Mode
    Notifications
    Support
    Privacy
    PasswordUpdated 15 days ago