Kasus Covid-19 Mengkhawatirkan, Pemkab Klaten akan Larang Warga Gelar Hajatan
Solopos.com|soloraya

Kasus Covid-19 Mengkhawatirkan, Pemkab Klaten akan Larang Warga Gelar Hajatan

Kepastian pelarangan hajatan pernikahan tinggal menunggu surat edaran yang akan dikeluarkan Bupati Klaten, Sri Mulyani, dalam waktu dekat.

Solopos.com, KLATEN -- Pemkab Klaten bakal melarang warga setempat menggelar hajatan atau resepsi pernikahan. Sikap tegas itu terpaksa diambil karena kasus Covid-19 di Kabupaten Bersinar dinilai sudah memprihatinkan.

Demikian penjelasan Wakil Bupati (Wabup) Klaten, Yoga Hardaya, saat ditemui wartawan di Merbung Cilik, Tegalyoso, Klaten Selatan, Jumat (11/6/2021).

Kepastian pelarangan hajatan pernikahan alias resepsi pernikahan tinggal menunggu surat edaran yang akan dikeluarkan Bupati Klaten, Sri Mulyani, dalam waktu dekat ini.

Baca juga: 7 Pegawai Positif Covid-19, Bidang Aset BPKD Klaten Berlakukan WFH

"Hasil evaluasi di lapangan, pelaksanaan hajatan di tengah masyarakat banyak yang kurang tertib. Masih banyak yang mengabaikan atau pun tidak disiplin menaati protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19. Untuk itu, kegiatan hajatan itu perlu ditertibkan. Bagi yang ingin melaksanakan hajatan diminta menunda terlebih dahulu," kata Yoga Hardaya.

Meski masih banyak warga yang mengabaikan protokol kesehatan, lanjut Yoga Hardaya, Pemkab Klaten belum pernah membubarkan secara paksa pelaksanaan hajatan pernikahan.

Menaati Protokol Kesehatan

Tim Satgas PP Covid-19 sejauh ini hanya mengimbau agar warga yang melaksanakan hajatan untuk terus menaati protokol kesehatan.

"Selama ini belum pernah ada yang dibubarkan paksa. Tapi ke depan, kami harus bertindak tegas. Bagi warga yang ngeyel, akan kami tindak tegas. Otomatis akan dibubarkan. Nanti akan dikoordinasikan dengan Satgas PPKM Mikro di masing-masing wilayah," kata Yoga.

Baca juga: Dapat Ganti Rugi Tol Solo-Jogja Rp3 Miliar, Petani Kere di Ngabeyan Klaten Jadi OKB

Dia mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk tidak sering keluar rumah di tengah pandemi Covid-19. Warga yang terpaksa keluar rumah harus menaati protokol kesehatan.

"Peningkatan kasus Covid-19 yang ada saat ini karena rangkaian mobilitas warga yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Jadi, tak hanya pasca-Lebaran saja. Untuk itu, pemkab mengingatkan warga untuk stay at home," katanya.

Koordinator Penanganan Kesehatan Satgas PP Covid-19 Klaten, Cahyono Widodo, mengatakan kasus Covid-19 di Klaten kembali meledak, Kamis (10/6/2021).

Baca juga: Sejak 1971, Kantor Desa Kadirejo Klaten Ternyata Masih Berdiri di Atas Lahan Milik Warganya

Dalam sehari tersebut, di Klaten terdapat penambahan kasus Covid-19 mencapai 144 orang dan penambahan kasus kematian hingga lima orang.

"Jumlah kumulatif Covid-19 di Klaten mencapai 9.584 kasus. Sebanyak 623 orang telah menjalani perawatan/isolasi mandiri. Sebanyak 8.348 orang dinyatakan sembuh. Sebanyak 613 orang telah meninggal dunia," kata Cahyono.



Berita Terkait
Indeks Berita
Promo & Events
Terpopuler
Berita Terkini
Indeks
Berita Video
View All

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago