Kasus Covid-19 Melonjak, Rekrutmen CPNS Solo Mundur
Solopos.com|soloraya

Kasus Covid-19 Melonjak, Rekrutmen CPNS Solo Mundur

Proses rekrutmen calon pegawai negeri sipil atau CPNS dan PPPK Kota Solo mundur dari jadwal karena peningkatan kasus Covid-19 seusai Lebaran.

Solopos.com, SOLO -- Proses rekrutmen calon pegawai negeri sipil atau CPNS 2021 Kota Solo mundur menyusul adanya lonjakan kasus Covid-19 setelah Lebaran. Hingga kini pengumuman rekrutmen CPNS maupun dan PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja) belum pasti.

Sedianya, pengumuman berlangsung pada akhir Mei, namun tertunda menyusul lonjakan kasus Covid-19. Kepala Badan Kepegawaian Pelatihan dan Pendidikan Daerah (BKPPD) Solo, Nur Hariyani, mengatakan tertundanya pengumuman itu merata di semua daerah, tak hanya Solo.

Baca Juga: Masih Gres, Toyota Yaris Kecelakaan Tabrak Pembatas Jalan Underpass Makamhaji Sukoharjo

Salah satu alasan penundaan di antaranya pengaturan jarak antarpeserta saat menjalani seleksi. Kemudian, mobilitas peserta dari berbagai daerah yang berisiko meningkatkan persebaran virus Corona. Itu lah kenapa rekrutmen CPNS mundur termasuk di Solo.

“Kalau tahun lalu kan, seleksi kompetensi dasar [SKD] dilakukan sebelum pandemi karena pesertanya banyak sekali dibandingkan seleksi kompetensi bidang [SKB]. SKD diikuti sekitar 9.000 orang, jadi butuh waktu yang lebih banyak karena keterbatasan ruang,” katanya kepada Solopos.com, Kamis (17/6/2021).

Baca Juga: Ratusan Pemasok Tekstil Dari Zona Merah Covid-19 Masih Berdatangan Ke Kawasan Pasar Klewer Solo

Rapat Teknis Seleksi

Hariyani mengatakan SKD rencananya dilakukan di Auditorium Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo. Lokasi itu untuk tes peserta dari Solo, Karanganyar, Grobogan, Blora, Kudus, Jepara, Rembang, dan Pati. “Nah, kebetulan daerah-daerah yang bareng Solo itu ada zona merah. Itu yang menjadi pertimbangan penundaan juga,” ucapnya.

Kendati rekrutmen CPNS mundur, BKPPD Solo tetap menggelar rapat teknis pelaksanaan seleksi. Rapat internal Pemerintah Kota (Pemkot) itu berkoordinasi dengan Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB).

Baca Juga: Sempat Dikira Penipuan, Ibu Rumah Tangga di Gemolong Sragen Dapat Hadiah Mobil Beneran

Rekrutmen tahun ini sebanyak 738 lowongan, yang terdiri dari 296 PPPK guru, 34 tenaga kesehatan CPNS, dan 242 nakes PPPK. Sisanya tenaga teknis lainya yang tersebar di beberapa organisasi perangkat daerah (OPD).

PPPK menggunakan sistem kontrak dengan perjanjian kerja lima tahunan. “CASN [CPNS] untuk tenaga teknis lainnya di beberapa OPD ada 92 formasi, lalu PPPK 74 formasi,” imbuhnya.



Berita Terkait
Indeks Berita
Promo & Events
Terpopuler
Berita Terkini
Indeks
Berita Video
View All

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago