Kasus Covid-19 di Sukoharjo Tembus 10.342 Orang, Pasien Meninggal 682 Orang

Kasus Covid-19 secara kumulatif di Sukoharjo menembus 10.342 orang dan pasien positif yang meninggal dunia sebanyak 682 per 29 Juli 2021.
Kasus Covid-19 di Sukoharjo Tembus 10.342 Orang, Pasien Meninggal 682 Orang
SOLOPOS.COM - Ilustrasi virus corona pemicu Covid-19. (Antara-Dok.)

Solopos.com, SUKOHARJO – Kasus Covid-19 secara kumulatif di Sukoharjo menembus 10.342 orang dan pasien positif yang meninggal dunia sebanyak 682 per 29 Juli 2021. Percepatan vaksinasi dan disiplin menjalankan protokol kesehatan menjadi kunci menahan laju persebaran pandemi Covid-19.

Saat ini, jumlah pasien positif aktif sebanyak 725 orang. Mayoritas pasien positif menjalani isolasi mandiri di rumah yakni sebanyak 588 orang. Sedangkan pasien positif yang menjalani rawat inap di rumah sakit rujukan Covid-19 sebanyak 136 orang. Hanya satu orang yang menjalani isolasi terpusat.

“Kasus harian Covid-19 di Sukoharjo cenderung menurun dibanding saat awal penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat [PPKM] Darurat pada awal Juli. Sekarang, kasus Covid-19 secara kumulatif sudah di atas 10.000 orang. Masih terjadi transmisi penularan dalam keluarga. Ini yang perlu diwaspadai masyarakat,” kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Sukoharjo, Yunia Wahdiyati, saat berbincang dengan wartawan di Sukoharjo, Jumat (30/7/2021).

Baca Juga: Dinsos Sragen dan Simbah Berangkat Jemput Vino di Kaltim

Sebagian besar klaster baru merupakan klaster keluarga. Sumber penularan klaster keluarga adalah salah satu anggota keluarga tak sadar terinfeksi Covid-19 saat beraktivitas diluar rumah. Mereka pulang dan bertemu anggota keluarga lainnya. Bisa juga berinteraksi dengan tetangga rumah atau warga setempat lainnya.

Tingginya kasus Covid-19 diiringi angka kematian pasien positif yang terus bertambah setiap hari. Jumlah pasien positif yang meninggal dunia sebanyak 682 orang per 29 Juli 2021. “Program vaksinasi yang digulirkan pemerintah digenjot untuk menekan laju Covid-19. Hampir setiap hari ada kegiatan vaksinasi massal yang menyasar beragam kelompok masyarakat di Sukoharjo,” ujar dia.

Yunia menyebut vaksinasi menjadi salah satu upaya untuk menekan laju persebaran pandemi Covid-19. Akselerasi percepatan vaksinasi harus sejalan dengan kepatuhan masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan saat beraktivitas di luar rumah. Kombinasi percepatan vaksinasi dan disiplin menjalankan protokol kesehatan menjadi solusi dalam pengendalian pandemi Covid-19.

Pengobatan dan pemantauan pasien positif yang menjalani isolasi mandiri di rumah dilakukan satgas tingkat desa dan jaga tangga. “Termasuk penyaluran obat dan vitamin kepada pasien positif yang menjalani isolasi mandiri di rumah. Pemantauan kondisi kesehatan mereka dilakukan petugas medis dari puskesmas dan bidan desa,” ujar dia.

Baca Juga: Dawet Kani Kudus Disajikan Ala Minuman Milenial di Sleman

Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, mengatakan capaian vaksinasi di Kabupaten Jamu masih rendah sehingga harus digenjot untuk mewujudkan herd immunity atau kekebalan kelompok. Pemkab Sukoharjo menggandeng TNI-Polri dan komunitas masyarakat untuk menggenjot vaksinasi hingga mencapai 70 persen dari target sasaran sebanyak 535.368 orang.

Etik menyebut masyarakat sangat antusias menyambut program vaksinasi di tengah badai pandemi Covid-19. “Hampir setiap hari ada kegiatan vaksinasi massal di sejumlah lokasi. Saya berpesan tetap mengencangkan protokol kesehatan kendati sudah disuntik vaksin. Vaksin hanya meningkatkan imunitas tubuh,” kata dia.

Berita Terkait
    Promo & Events
    Berita Terkini
    Indeks Berita

    Apa yang ingin anda baca?

    :
    :
    Night Mode
    Notifications
    Support
    Privacy
    PasswordUpdated 15 days ago