top ear
Tim gabungan merazia ketertiban masyarakat dalam menggunakan masker di Karanganyar Minggu (29/11/2020). (Istimewa/Satpol PP Karanganyar)
  • SOLOPOS.COM
    Tim gabungan merazia ketertiban masyarakat dalam menggunakan masker di Karanganyar Minggu (29/11/2020). (Istimewa/Satpol PP Karanganyar)

Kasus Covid-19 di Karanganyar Naik, Kesadaran Prokes Turun

Satpol PP Karanganyar mengatakan untuk ketertiban protokol kesehatan di jalan, dia menilai banyak pengendara yang sudah patuh untuk mengenakan masker saat perjalanan.
Diterbitkan Minggu, 29/11/2020 - 17:20 WIB
oleh Solopos.com/Candra Mantovani
2 menit baca
Festival Ayo Membaca 2021

Solopos.com, KARANGANYAR – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Karanganyar kecewa dengan temuan kesadaran protokol kesehatan masyarakat yang justru semakin menurun di tengah kondisi terus meningkatnya kasus Covid-19 di Karanganyar. Kondisi tersebut sering ditemui di tempat keramaian publik dan pusat kuliner.

Gegara Api Tungku, Rumah Nenek-Nenek di Grobogan Ludes Terbakar

Kepala Satpol PP Karanganyar, Yophy Eko Jatiwibowo, mengatakan untuk ketertiban protokol kesehatan di jalan, dia menilai banyak pengendara yang sudah patuh untuk mengenakan masker saat perjalanan. Namun, situasi tersebut kontras dengan kepatuhan masyarakat di ruang publik dan pusat kuliner. Dia menilai, masyarakat justru semakin abai menerapkan prokes meskipun kasus Covid-19 di Karanganyar terus meningkat.

“Kalau secara umum justru menurun kesadaran masyarakat. Kami menyayangkan itu karena bisa dilihat sendiri di data yang ada. Kasus Covid-19 di Karanganyar itu terus naik. Tapi masyarakat malah semakin abai. Banyak yang merasa aman-aman saja walaupun tidak menerapkan protokol kesehatan,” jelas dia kepada Solopos.com, Minggu (29/11/2020).

Cegah Persebaran Covid-19, Parkir Mal di Soloraya Bayar Murah, Cashless, dan Touchless

Yophy berharap kesadaran masyarakat dalam mematuhi protokol kesehatan karena berdasarkan keinginan untuk saling menjaga dan bukan karena adanya razia masker. Pasalnya, dia banyak melihat situasi ketika dirazia, masyarakat menjadi patuh prokes, dan tidak patuh lagi jika razia dikendorkan.

“Banyak yang kalau dirazia itu pakai masker, setelah lolos razia dilepas lagi. Harapan kami melalui razia itu sebenarnya bukan itu. Masyarakat jangan memakai masker karena takut razia, tapi karena benar-benar karena ingin saling menjaga dari persebaran Covid-19,” tutur dia.

Wajib Tahu! Ini Seluk Beluk Vaksin Covid-19

Sementara itu, Kasi PTT Satpol PP Karanganyar, Sugimin, mengatakan sejak September hingga November, jumlah warga yang ditertibkan dalam razia masker sekitar 300 orang. Berdasarkan data yang dihimpun, pelanggar terbanyak rata-rata usia 20 hingga 39 tahun diikuti usia lebih dari 40 tahun.


Editor : Profile Jafar Sodiq Assegaf
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com

berita terpopuler

Iklan Baris

Properti Solo & Jogja

berita terkini