Kasus Covid-19 Boyolali Pasca-Lebaran Diklaim Malah Turun, Dinkes Tetap Evaluasi

Jumlah kasus konfirmasi positif Covid-19 Boyolali diklaim turun pasca-Lebaran, meski begitu Dinkes tetap lakukan pemantauan dan evaluasi.
Kasus Covid-19 Boyolali Pasca-Lebaran Diklaim Malah Turun, Dinkes Tetap Evaluasi
SOLOPOS.COM - Ada fakta baru asal-usul virus Corona (ilustrasi/Freepik)

Solopos.com, BOYOLALI — Jumlah kasus konfirmasi positif Covid-19 pasca-Lebaran di Kabupaten Boyolali diklaim berangsur menurun. Meski begitu Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali akan terus memantau selama sepekan ke depan untuk memastikan hasil evaluasi setelah Lebaran.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali, Ratri S Survivalina, mengatakan setelah Lebaran 2021, Dinkes masih melakukan evaluasi untuk memastikan kondisi kesehatan masyarakat.

Seperti diketahui, setiap momentum Lebaran sering terjadi peningkatan mobilitas dan aktivitas masyarakat meskipun untuk Lebaran tahun ini ada larangan mudik.

Baca Juga: Rem Blong, Truk Trailer Tabrak Tiang Listrik di Dekat Alun-Alun Boyolali

Ia mengatakan baru sepekan pasca-Lebaran melakukan evaluasi persebaran kasuas Covid-19 Boyolali.”Saat ini belum ada perubahan, justru ada penurunan. Namun kami lihat masa inkubasi Covid-19 biasanya dua pekan setelah kontak. Jadi kami masih menunggu pada pekan kedua setelah Lebaran nanti, bagaimana hasil screening-nya,” jelasnya, belum lama ini.

Sesuai data Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali, per Rabu (26/5/2021), jumlah kasus konfirmasi positif Covid-19 secara keseluruhan ada 7.491 kasus. Dari jumlah itu 161 kasus masih aktif dan 7.024 kasus sudah selesai isolasi atau sembuh (93,8%).

Kasus Aktif Turun

Jumlah kasus meninggal dunia sebanyak 306 kasus (4,1%). Dari data yang ada, jumlah kasus aktif mengalami penurunan sejak pekan ke-18 2021. Pada pekan tersebut jumlah kasus aktif sekitar 10,3%, namun secara persentase itu terus menurun jadi 7,6% pada pekan ke-21.

Baca Juga: Diversi Kasus Kedungombo Boyolali, Tersangka Dilarang Mengemudi Perahu Lagi

Pada sisi lain kasus kematian meningkat daripada pekan ke-19 lalu sekitar 3,8%. “Penurunan kasus ini disebabkan kebijakan pemerintah yang ditegakkan. Larangan mudik, penyekatan tim gabungan, screening, hingga PPKM Mikro juga tetap digiatkan untuk mencegah persebaran Covid-19 hingga ke lingkup RT/RW,” lanjutnya.

Sebagai informasi, selama momentum Lebaran, aparat keamanan didukung Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali dan sebagainya melakukan penyekatan pada sejumlah pos pengamanan Lebaran.

Pada pos itu juga dilakukan tes rapid antigen untuk memastikan pelaku perjalanan yang melintas di Boyolali bebas Covid-19 mulai sebelum hingga pasca-Lebaran. Saat arus balik, pemeriksaan juga dilakukan.

Baca Juga: Ini Kunci Sukses Pemkab Boyolali Turunkan Kasus Aktif Covid-19

Pemantauan Pelaku Perjalanan

Pemeriksaan dan pemantauan pelaku perjalanan juga dilakukan di lingkup kecamatan hingga hingga lingkup desa. Camat Banyudono, Radityo Sumarno, mengatakan hingga awal pekan ini, pelaku perjalanan masih ada yang tinggal di Banyudono.

Nantinya ketika para pelaku perjalanan tersebut akan kembali merantau, mereka juga akan menjalani tes rapid antigen untuk memastikan kesehatan mereka. Terkait hal itu pemerintah kecamatan bekerja sama dengan Polres Boyolali dan Dinas Kesehatan akan memfasilitasinya.

Baca Juga: 15 Proposal Hajatan Masuk Ke Meja Camat Banyudono Boyolali Setelah Lebaran, Siap-Siap Antisipasi!

“Kami fasilitasi dengan puskesmas dan pusdok polres, kami fasilitasi tes swab antigen gratis. Pemudik yang sudah masuk data, bukan warga lokal yang mau pergi ke luar provinsi. Nantinya pelayanan melalui puskesmas,” katanya.

Memurutnya ada sekitar 46 pemudik yang masuk Kecamatan Banyudono. Namun sebagian sudah kembali ke luar daerah.


Berita Terkait
    Promo & Events
    Honda Motor Jateng
    Berita Terkini
    Indeks Berita

    Apa yang ingin anda baca?

    :
    :
    Night Mode
    Notifications
    Support
    Privacy
    PasswordUpdated 15 days ago