top ear
KASUS BUNUH DIRI : Pura-Pura Izin Kencing, Penumpang Bus Lompat Ke Jurang
  • SOLOPOS.COM
    Ilustrasi (JIBI/Harian Jogja/Antara)

KASUS BUNUH DIRI : Pura-Pura Izin Kencing, Penumpang Bus Lompat Ke Jurang

Diterbitkan Selasa, 23/06/2015 - 03:40 WIB
oleh Solopos.com/JIBI/Solopos/Newswire
2 mnt baca -

Bunuh diri terjadi di Tabanan Bali. Penumpang bus lompat ke jurang setelah minta izin buang air kecil.

Solopos.com, TABANAN -- Made Astika penumpang bus Larasati DK 9091 AC yang berangkat dari Terminal Ubung, menuju Jembrana melakukan aksi bunuh diri terjun ke jurang setelah sebelumnya berpura-pura minta izin hendak buang air kecil.

Baru sampai di jembatan Pucuk, Desa Bantas, Kecamatan Selemadeg Timur, Tabanan, Astika minta izin turun sebentar karena kebelet ingin buang air kecil. Namun di luar dugaan, ternyata Astika melompati pagar jembatan dan terjun ke jurang. Korban tewas seketika di TKP dengan kepala pecah terkena batu.

Informasi di lapangan, sore itu bus Larasati yang dikemudikan Wayan Sariana meluncur dari terminal Ubung menuju Gilimanuk, Jembrana dengan mengangkut sejumlah penumpang.

Sesampainya bus di jembatan Pucuk di Desa Bantas sekitar pukul 18.15 Wita , Made Astika satu diantara penumpang bus tiba-tiba meminta izin sopir agar berhenti karena kebelet kencing.

Sopir menghentikan bus di ujung jembatan tersebut. Astika berjalan menuju jembatan dan membuka celananya seolah ingin kencing.

Di luar dugaan, warga Jembrana itu ini membuka bajunya juga dan melompati pagar jembatan meloncat ke jurang yang dasarnya berupa sungai berbatu. Korban pun terhempas dan kepalanya membentur batu. Korban tewas di TKP dengan kepala pecah.

"Korban izin turun dan lama tidak kembali. Ketika kami cari, ternyata korban sudah berada di dasar jembatan. Diam tak bergerak dan tampak luka di bagian kepalanya," ujar Abdul, penumpang bus Larasati lainnya, Minggu (21/6/2015) sebagaimana dikutip Okezone.

Kapolres Tabanan AKBP Komang Suartana membenarkan kejadian tersebut. Diduga korban sengaja bunuh diri dengan cara terjun ke dasar jembatan.

Pada korban ditemukan sebuah paspor dan terdapat keterangan bahwa korban sedang magang di Jepang. "Kami masih melakukan penyelidikan dan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi," tutur Komang.


Editor : Rini Yustiningsih ,
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com

berita terpopuler

Iklan Baris

berita terkini


Cek Berita Lainnya