Kasus Aktif Covid-19 di Klaten Mulai Menurun, Tapi...

Angka kasus Covid-19 di Klaten dinilai mengalami penurunan selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat hingga level 4.
Kasus Aktif Covid-19 di Klaten Mulai Menurun, Tapi...
SOLOPOS.COM - Ilustrasi penanganan pasien Covid-19. (Reuters)

Solopos.com, KLATEN — Angka kasus Covid-19 di Klaten dinilai mengalami penurunan selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat hingga level 4. Namun, angka kematian masih tinggi dan Klaten masih berada pada zona merah risiko penularan Covid-19.

Tim Ahli Satgas Penanganan Covid-19 Klaten, Ronny Roekmito, menjelaskan tingkat kesembuhan pasien terus menunjukkan tren peningkatan. Selama sepekan terakhir, angka kesembuhan lebih tinggi ketimbang angka penambahan kasus Covid-19 setiap harinya. Kondisi itu berdasarkan update harian kasus Covid-19 di Klaten.

“Sudah terjadi penurunan signifikan. Ini yang diharapkan dari pelaksanaan PPKM darurat PPKM level 4,” kata Ronny saat ditemui di Setda Klaten, Senin (2/8/2021).

Baca Juga: Penjualan Sapi Online di Wonogiri Justru Meningkat Saat PPKM, 2 Hari 50 Ekor Ludes!

Ronny menjelaskan penurunan angka kasus Covid-19 itu bisa dilihat dari angka kasus aktif. Pada awal PPKM darurat atau 3 Juli 2021, angka kasus aktif sebanyak 5.295 orang. Angka kasus aktif menurun menjadi 2.856 orang berdasarkan update data kasus Covid-19 per Minggu (1/8/2021) sore.

Namun, angka kasus kematian masih tinggi. Per Minggu, jumlah total kasus kematian sebanyak 2.178 orang. “Yang belum menunjukkan penurunan itu angka kematian. Angka kematian di Klaten masih 7,4 persen,” jelas Ronny.

Dari hasil analisis Satgas Covid-19, sebesar 90 persen kasus terjadi pada pasien lansia dan memiliki komorbid. Sementara, sisanya berada pada kisaran usia di atas 50 tahun. “Memang ada beberapa kasus kematian pada pasien usia 38 tahun dan 27 tahun,” kata Ronny.

Soal penyebab kematian, Ronny menuturkan beragam. Namun, kebanyakan meninggal dunia di rumah sakit. “Ada yang berputar-putar cari rumah sakit tetapi penuh akhirnya meninggal dunia. Kemudian ada yang tetap isolasi di rumah, ketika kondisi parah baru dilarikan ke rumah sakit. Kemudian ada yang memang meninggal dunia di IGD rumah sakit,” tutur dia.

Baca Juga: Asyik Judi Dadu Lewat Handphone, 5 Warga Banjarsari Solo Diciduk Polisi

Ronny kembali berharap warga yang masih menjalani isolasi mandiri di rumah bersedia menempati tempat isolasi terpusat. Hal itu dimaksudkan agar kondisi warga positif Covid-19 selalu terpantau dan memutus mata rantai penularan Covid-19 di tingkat keluarga.

Tempat isolasi terpusat tingkat kabupaten hingga kecamatan dan desa tersebar di 29 wilayah dengan total kapasitas saat ini 834 tempat tidur. Per Minggu malam, tingkat keterisian tempat isolasi terpusat baru sekitar 29 persen atau terisi 456 orang. Sementara, masih ada sekitar 1.732 orang yang menjalani isolasi mandiri di rumah.

Berita Terkait
    Promo & Events
    Berita Terkini
    Indeks Berita

    Apa yang ingin anda baca?

    :
    :
    Night Mode
    Notifications
    Support
    Privacy
    PasswordUpdated 15 days ago