Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

Kartu Prakerja Tak Tepat Sasaran, Kemenko Perekonomian Beri Jawaban

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso menjelaskan pihak PMO telah memberikan surat penjelasan kepada BPK yang menyebutkan bahwa rekomendasi tersebut dianggap kurang tepat sasaran sehingga direkomendasikan untuk diubah.
SHARE
Kartu Prakerja Tak Tepat Sasaran, Kemenko Perekonomian Beri Jawaban
SOLOPOS.COM - Situs resmi program Kartu Prakerja hanya di prakerja.go.id. (Prakerja.go.id)

Solopos.com, JAKARTA–Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan bantuan program Kartu Prakerja kepada 119.494 peserta senilai Rp289,85 miliar terindikasi tidak tepat sasaran.

Menanggapi temuan BPK, Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso menjelaskan pihak PMO telah memberikan surat penjelasan kepada BPK yang menyebutkan bahwa rekomendasi tersebut dianggap kurang tepat sasaran sehingga direkomendasikan untuk diubah.

PromosiGelaran B20 di Jawa Timur Fokus pada Rantai Pasok UMKM

Menurut laporan BPK, bantuan program tersebut tak tepat sasaran lantaran diterima oleh pekerja yang memiliki gaji di atas Rp3,5 juta.

Namun, Susi menjelaskan bahwa dalam program Kartu Prakerja tidak ada aturan bahwa program ditujukan kepada pekerja yang memiliki gaji di bawah Rp3,5 juta ke bawah.

Yang tercatat dalam aturan program Kartu Prakerja, kata dia, adalah target sasaran untuk pekerja yang menyasarkan ke tingkat penghasilan yang sesuai dengan Bantuan Subsidi Upah (BSU).

Baca Juga: LKPD Sukoharjo 2021 Dapat Opini WTP, Ada Temuan BPK Soal Ini

“Di situ [BSU] yang dapat kan Rp3,5 juta ke bawah. Di Kartu Prakerja, tidak ada aturan untuk itu [penerima program dengan gaji di bawah Rp3,5 juta]. Jadi dianalogikan kalau ngikutin itu [syarat penerima BSU], mestinya akan ada sekitar 200 sekian yang tidak tepat sasaran,” jelas Susi kepada wartawan di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Jumat (10/6/2022).

Dia menjelaskan baik dalam Peraturan Presiden (Perpres) maupun Permenko tidak mendasarkan kepada gaji penerima program.

Ini artinya program BSU dan Kartu Prakerja adalah dua program yang berbeda.

Sebelumnya, BPK dalam laporannya juga menemukan bahwa terdapat 165.544 peserta Kartu Prakerja dengan nilai bantuan senilai Rp390,32 miliar masuk daftar blacklist setelah penetapan sebagai peserta Kartu Prakerja.

Akibatnya, terdapat pemborosan program Kartu Prakerja sebesar Rp390,32 miliar. Selain itu, mereka juga menemukan data 42 peserta Kartu Prakerja diragukan kebenarannya lantaran Kartu Tanda Penduduk (KTP) tidak valid.

Baca Juga: Siap-siap! Kartu Prakerja Gelombang 32 Dibuka, Ini Syaratnya

Akibatnya bantuan program tersebut terindikasi tidak tepat sasaran dan berpotensi disalahgunakan sebanyak 119.494 peserta dengan nilai bantuan sebesar Rp289,85 miliar.

Untuk itu, BPK merekomendasikan Kemenko Perekonomian untuk memperjelas pengaturan mengenai lingkup besaran batasan gaji bulanan bagi pendaftar program Kartu Prakerja dan memerintahkan Direktur Eksekutif MPPKP untuk memproses 42 peserta atas terjadinya ketidakvalidan KTP sesuai ketentuan yang berlaku.

BPK juga meminta Kemenko Perekonomian untuk mempertanggungjawabkan pembayaran kepada penerima Kartu Prakerja setelah data blacklist atau update blacklist yang diterima sebesar Rp390,32 miliar.

Berita telah tayang di Bisnis.com berjudul BPK Sebut Kartu Prakerja Tak Tepat Sasaran, Kemenko Perekonomian Buka Suara

 



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Part of Solopos.com
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode