Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

Karanganyar Akan Terima 2.000 Dosis Vaksin PMK, Sapi Ini Jadi Prioritas

Kabupaten Karanganyar akan mendapatkan alokasi 2.000 dosis vaksin penyakit mulut dan kuku atau PMK.
SHARE
Karanganyar Akan Terima 2.000 Dosis Vaksin PMK, Sapi Ini Jadi Prioritas
SOLOPOS.COM - Dokter hewan Dinas Pertanian dan Perikanan menyiapkan dosis vaksin penyakit mulut dan kuku (PMK) untuk sapi ternak di Kandang Komunal Gapoktan Desa Mertan, Bendosari, Sukoharjo, Jawa Tengah, Sabtu (18/6/2022). (Antara/Mohammad Ayudha)

Solopos.com, KARANGANYAR — Kabupaten Karanganyar akan mendapatkan alokasi 2.000 dosis vaksin penyakit mulut dan kuku atau PMK.

Vaksin tersebut akan diutamakan untuk sapi sehat jenis sapi perah. Kepala Bagian (Kabid) Peternakan Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Karanganyar, Hary Prasetyo, mengatakan vaksin tersebut diperkirakan tiba di Karanganyar akhir pekan depan.

PromosiRekomendasi Merek Jeans Terbaik Pria & Wanita, Murah Banget!

“Karanganyar dapat 2.000 dosis vaksin. Ini belum datang. Kemungkinan Sabtu atau Minggu [pekan depan]. Karena tanggal 2 Juli harus sudah selesai vaksinasinya,” ujar Hary pekan lalu.

Menurutnya, vaksin tersebut akan diberikan kepada sapi sehat berdasarkan prioritas. Utamanya adalah sapi perah kemudian sapi jenis lain. Selain itu, vaksin juga disuntikkan kepada sapi-sapi di wilayah kecamatan yang belum terjangkit PMK.

Jika semua kecamatan telah terjangkit PMK maka prioritasnya diturunkan ke tingkat desa dan seterusnya. “Vaksinasi hanya diberikan kepada sapi sehat utamanya di wilayah kecamatan yang tidak ada kasus PMK-nya. Kalau ternyata di 17 kecamatan di Karanganyar ini ada PMK maka prioritasnya di desa yang belum ada PMK,” ujarnya.

Baca Juga : Boyolali Dapat Jatah 1.500 Dosis Vaksin PMK, Ini Peruntukannya

“Kalau di desa juga ada maka diprioritaskan di RT yang tidak ada PMK. Kalau tingkat RT juga semuanya ada PMK-nya maka prioritas di kandang-kandang yang tidak ada PMK. Jadi nanti petugas kami tidak bisa asal suntik. Ada prioritasnya,” imbuhnya.

Saat ini, tuturnya, pihaknya melakukan inventariasi dan pemetaan wilayah-wilayah terkait kasus PMK. “Kami berharap nanti peternak terbuka saja ada PMK atau tidak di daerahnya masing-masing,” ujarnya.

Sayanganya, Hary tidak merinci jumlah kasus aktif PMK saat ini. Namun, ia meyakini bahwa kasus PMK di Kabupaten Karanganyar sudah semakin menurun. “Sapi di beberapa peternak saya kasih cairan mikroba yang saya bikin untuk mengobati PMK. Banyak yang sembuh sehingga jumlah yang sakit juga menurun,” ujarnya.

Di sisi lain, pihaknya akan melakukan pengawasan dalam penyembelihan hewan kurban pada Hari Raya Iduladha. Selain melibatkan petugas di Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan, pengawasan juga akan melibatkan 35 mahasiswa perguruan tinggi.

Baca Juga : Sragen Dapat Jatah 3.800 Dosis Vaksin PMK, Kapan Disuntikkan?



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Part of Solopos.com
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode