top ear
Kapolda Jateng: Bom Pospam Kartasura Targetkan Polisi, Ini Faktanya!
  • SOLOPOS.COM
    Kapolda Jateng Irjen Pol. Rycko Amelza Daniel. (Antara-Sumarwoto)

Kapolda Jateng: Bom Pospam Kartasura Targetkan Polisi, Ini Faktanya!

Kapolda Jawa Tengah (Jateng), Irjen Rycko Amelza Daniel, menyatakan, ledakan di Pos Pengamanan (Pospam) Kartasura, Sukoharjo, Senin (3/6/2019), ditargetkan kepada polisi. Dia mengimbau masyarakat tidak khawatir dengan kejadian tersebut.
Diterbitkan Selasa, 4/06/2019 - 09:30 WIB
oleh Solopos.com/Chelin Indra Sushmita,
2 mnt baca -
Festival Ayo Membaca 2021

Solopos.com, SUKOHARJO Kapolda Jawa Tengah (Jateng), Irjen Rycko Amelza Daniel, menyatakan ledakan bom di Pos Pengamanan (Pospam) Kartasura, Sukoharjo, Senin (3/6/2019), ditargetkan kepada polisi. Dia mengimbau masyarakat tidak khawatir dengan kejadian tersebut.

“Ini serangan kepada polisi dan bukan yang kali pertama terjadi. Oleh karena itu, kami mengimbau masyarakat tidak khawatir dan tetap melanjutkan aktivitas. Kami tetap menjamin kelancaran pemudik,” terang Kapolda Jateng, Irjen Rycko Amelza Daniel, seperti dikabarkan Antara, Selasa (4/6/2019).

Terkait ledakan itu, menurut laporan jurnalis Solopos, Rudi Hartono, Kapolda Jateng mengatakan satu orang menjadi korban yang juga diduga sebagai pelaku. Saat ini, pelaku yang dalam kondisi kritis masih dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Semarang.

“Korban yang berada di tempat kejadian diduga sebagai pelaku berinisial RA. Sudah kita temukan alamatnya. Kami temukan ada beberapa barang yang berkaitan dengan di TKP. Dengan demikian, ini akan meyakinkan kita dalam proses pembuktian,” sambung Rycko.

Diberitakan sebelumnya, terduga pelaku RA (Rofiq Asharudin), 22, merupakan warga Dusun Kranggan RT 001/RW 002, Wirogunan, Kartasura, Sukoharjo. Dalam proses penggeledahan, polisi menemukan sejumlah barang yang berkaitan dengan tempat kejadian perkara (TKP) di rumah pelaku.

“Di rumah ini terduga pelaku tinggal bersama orang tuanya. Di sini kita menduga ada beberapa barang yang ada kaitannya dengan di tempat kejadian. Karena masih gelap, jadi butuh waktu untuk olah TKP. Tim dari Gegana, Laboratorium Forensik, dan tim dari Inafis perlu waktu. Barang yang diamankan dari tempat kejadian perkara perlu diteliti oleh tim Gegana Polri,” terang Rocky.


Editor : Rohmah Ermawati ,
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com
Kata Kunci :

berita terpopuler

Iklan Baris

Properti Solo & Jogja

berita terkini