Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

Kapan Waktu yang Tepat Untuk Program Hamil? Ini Kata Ahli

Beberapa pasangan ada yang kemudian harus mendatangi dokter kandungan untuk melakukan program hami atau promil.
Kapan Waktu yang Tepat Untuk Program Hamil? Ini Kata Ahli
SOLOPOS.COM - Ilustrasi ibu hamil. (Freepik.com)

Solopos.com, SOLO— Cepat memiliki buah hati setelah menikah mungkin menjadi keinginan banyak pasangan. Hanya kadang hal itu tak semudah yang diinginkan.

Beberapa pasangan ada yang kemudian harus mendatangi dokter kandungan untuk melakukan program hami atau promil. Namun sebenarnya kapan waktu yang tepat untuk melakukan promil itu?

Pada pasangan yang mengalami infertilitas mengalami kendala untuk bisa mendapatkan keturunan. Disampaikan dokter spesialis fertilitas endokrinologi reproduksi Rumah Sakit (RS) JIH Solo, Abdurahman Laqif, infertilitas merupakan kondisi dimana pasangan yang tidak bisa melakukan pembuahan pada 12 bulan menikah, meski teratur melakukan hubungan suami istri dan tidak melakukan program KB. Kondisi infertilitas merupakan lawan dari fertilitas.

Ketika pasangan tidak lekas mendapatkan keturunan, banyak di antaranya yang kemudian melakukan promil. Menurut ahli, ada beberapa kriteria dalam melakukan promil. Namun alam pelaksanaannya tidak kaku, artinya bisa melihat kondisi atau kesiapan dari pasangan yang bersangkutan.

“Bisa juga pasangan baru menikah enam bulan, namun usianya sudah mencapai 29 tahun misalnya. Itu kami tidak akan menunggu sampai satu tahun pernikahan. Atau ketika pasangan itu memiliki kelainan-kelainan yang sudah jelas,” kata Laqif dalam Health Talk RS JIH Solo yang disiarkan di Youtube RS JIH Solo, pertengahan Juni lalu. Kelainan-kelainan itu di antaranya seperti adanya kista coklat atau tumor yang lainnya, atau ada kelainan-kelaianan di pihak pria.

Baca Juga: Mengupas Ramsay Hunt Syndrome, Penyakit yang Dialami Justin Bieber

 Dokter spesialis fertilitas endokrinologi reproduksi Rumah Sakit (RS) JIH Solo, Abdurahman Laqif (tengah) dan dokter spesialis andrologi RS JIH Solo, Metanolia Sukmawati (kanan) menjelaskan mengenai promil di acara Health Talk RS JIH yang disiarkan di Youtube RS JIH Solo, Juni lalu.  (Tangkapan Layar Youtube)

Dokter spesialis fertilitas endokrinologi reproduksi Rumah Sakit (RS) JIH Solo, Abdurahman Laqif (tengah) dan dokter spesialis andrologi RS JIH Solo, Metanolia Sukmawati (kanan) menjelaskan mengenai promil di acara Health Talk RS JIH yang disiarkan di Youtube RS JIH Solo, Juni lalu.
(Tangkapan Layar Youtube)

Selain itu promil juga bisa dilakukan sebelum usia satu tahun pernikahan karena memang dari pihak pasangan sudah menginginkannya. Disampaikan dokter spesialis andrologi RS JIH Solo, Metanolia Sukmawati, banyak juga kasus yang dia temui, yakni permintaan promil yang kurang dari enam bulan usia pernikahan. Hal itu biasanya dipacu oleh faktor lingkungan.

“Mungkin terpacu oleh temannya yang sudah pada hamil, sementara dirinya belum, sehingga terdorong untuk segera bisa hamil,” kata dia.

Di sisi lain ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan dalam menjalani promil. Pertama adalah persiapan mental. Menurut Metanolia, persiapan mental adalah hal yang sangat penting. “Sebab, ketika promil, berhasil atau tidak berhasil itu akan berdampak pada psikis seseorang,” kata dia.

Baca Juga: Bisakah Bopeng di Wajah Ditangani? Ini Penjelasan Ahli

Selanjutnya, pasangan yang bersangkutan disarankan untuk melakukan konsultasi ke dokter ahli. Serta memeriksakan sesuai apa yang dikeluhkan. Seperti di RS JIH Solo yang telah memiliki layanan fertilitas. Laqif juga menambahkan, selain mental, persiapan lain yang perlu disiapkan adalah data pasien dari anamnesis.

“Pernah saya itu, pasien tidak hamil-hamil, ternyata setiap berhubungan suami istri pakai pelicin, minyak zaitun. Itu justru tidak boleh. Kadang cara melakukan hubungan suami istri saja yang salah, justru tidak menjadikan pembuahan,” jelas dia. Ada juga kasus lain, dimana infertilitas tersebut dipengaruhi masalah hingga menstruasi yang tidak teratur. Selain pengumpulan data, pemeriksaan fisik juga perlu dilakukan.

Disebutkan, pemeriksaan atau persiapan untuk promil tersebut biasanya aklan dilakukan secara bertahap. “Sekali pertemuan langsung selesai maslaahnya? Tidak, tapi bertahap. Kami pilih yang paling efektif termasuk dalam menekan biaya,” kata dia.



Berita Terkait
    Promo & Events
    Berita Terpopular
    Indeks Berita
    Berita Terkini
    Indeks Berita
    Part of Solopos.com
    Punya akun? Silahkan login
    Daftar sekarang...
    Support - FaQ
    Privacy Policy
    Tentang Kami
    Kontak Kami
    Night Mode