KAMPUS DI SOLO : Panitia SBMPTN Akui Masih Ada Kecurangan di Tes Tertulis

KAMPUS DI SOLO : Panitia SBMPTN Akui Masih Ada Kecurangan di Tes Tertulis
SOLOPOS.COM - Ilustrasi ujian SBMPTN. (Nicolous Irawan/JIBI/Solopos)

Kampus di Solo, Panitia SBMPTN mengakui masih ada kecurangan dalam tes tertulis.

Solopos.com, SOLO — Panitia Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) mengakui masih ada kecurangan dalam tes tertulis. Sebagai konsekuensi, lembar jawab peserta yang ketahuan curang dalam SBMPTN tidak akan dikoreksi.

Hal itu diungkapkan Ketua Panitia Pusat SNMPTN-SBMPTN 2017, Ravik Karsidi, ketika diwawancarai wartawan, Minggu (11/6/2017). Hasil SBMPTN akan diumumkan secara online serentak, Selasa (13/6/2017), pukul 17.00 WIB.

Ravik menyebutkan ada sekitar 128.000 nama yang diterima di berbagai perguruan tinggi negeri (PTN) melalui SBMPTN 2017 tersebut. “Jadi peserta yang dinyatakan lolos ini pasti memiliki nilai tertinggi dan bebas dari tindak kecurangan,” kata Ravik.

Praktik curang diketahui karena panitia telah menerapkan sistem deteksi kredibel yang diterapkan para pengawas ruang ujian. Praktik kecurangan tersebut, menurut Ravik, ditemukan pada pelaksanaan tes tertulis dengan berbasis kertas atau paper based test (PBT).

“Kalau di CBT [computer based test] sangat limit untuk diakali. Jadi kebanyakan kecurangan terjadi di ujian tulis. Itu [praktik kecurangan] pun kebanyakan ditemukan di kota-kota besar,” tutur dia.

Namun, Ravik tidak menyebutkan jumlah praktik curang yang ditemukan panitia. Modus yang dilakukan, menurut dia, mirip seperti tahun lalu. Selain ada yang memanfaatkan IT seperti handphone lengkap earphone, ada juga yang memanfaatkan jasa joki dengan ujian secara terpisah.

“Salah satu praktik kecurangan yang diungkap karena ditemukan identitas sama berada di dua lokasi ujian yang berbeda. Tapi semua tetap dikonangi. Karena kami sudah mengembangkan sistem deteksi yang sangat kredibel. Praktik kecurangan pasti tertangkap,” ujar dia.

Selain karena curang, ada juga peserta yang harus gugur karena tidak mengisikan data lengkap dalam lembar jawaban. Berbagai kekurangan dan kecurangan tersebut ditemukan dalam proses validasi menjelang pengumuman.

Ketua Panitia Lokal (Panlok) 44 Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Sutarno, menambahkan tahun ini UNS akan menerima 3.075 calon mahasiswa baru dari jalur SBMPTN. Jumlah itu merupakan 50 persen dari daya tampung UNS.  

Berita Terkait
    Promo & Events
    Berita Terkini
    Indeks Berita

    Apa yang ingin anda baca?

    :
    :
    Night Mode
    Notifications
    Support
    Privacy
    PasswordUpdated 15 days ago