Kafe Diminta Taati Jam Buka Selama PPKM di Bantul

Berdasar pantauan, Satpol PP Bantul masih ada pelaku usaha salah satunya kafe masih menjadi usaha yang kerap melanggar aturan PPKM.
Kafe Diminta Taati Jam Buka Selama PPKM di Bantul
SOLOPOS.COM - Tim Sparta membubarkan kafe yang melanggar PPKM Darurat pada Senin (19/7/2021) malam. (Istimewa)

Solopos.com, BANTUL – PPKM belum ditaati oleh seluruh elemen dalam menerapkan protokol kesehatan, Satpol PP melihat kafe masih menjadi usaha yang kerap melanggar aturan PPKM.

Kepala Satpol PP Bantul, Yulius Suharta secara tegas menyampaikan selama PPKM berbagai bentuk usaha termasuk mobilitas masyarakat yang rawan kerumunan masih dalam pengawasan.
“Terutama di kegiatan-kegiatan di malam hari. Masih ada pelaku usaha di Bantul yang belum sesuai dengan ketentuan PPKM. Satpol PP menyikapi dengan sanksi sesuai bobot dari pada pelanggaran yang ada di lokasi,” jelasnya pada Senin (23/8/2021).

Baca juga: PPKM Bikin Pedagang Pantai Baron Jual Ternak untuk Hidup

Fakta peningkatan aktivitas warga di malam hari selama PPKM di Bantul di sampaikan oleh Yulius. Berdasarkan hasil pengawasan, pada malam hari memang terjadi kecenderungan peningkatan aktivitas yang rawan kerumunan.

“Terutama untuk yang di rumah makan atau mungkin yang di kafe-kafe itu memang malam hari,” ujar kepala Satpol PP Bantul.

Tak dipungkiri kafe menjadi salah satu usaha yang masuk pengawasan tersendiri selama PPKM di Bantul. Beberapa kafe masih terindikasi melakukan pelanggaran makan di tempat dan jam buka.

“Sehingga pada saat Tim Prokes Gakkum sempat melihat itu pasti akan kita lakukan lenindakan sesuai sanksi-sanksi yang diatur,” tandasnya.

Baca juga: Perjuangan Panjang, Ratusan Transpuan di DIY Ikut Vaksinasi 

Langgar Prokes PPKM di Bantul

Lebih lanjut dituturkannya, banyak pengunjung kafe yang ikut melanggar prokes saat PPKM di Bantul. Dengan dalih mengerjakan tugas menggunakan fasilitas internet di kafe.

“Sebenarnya saya yakin betul untuk mahasiswa tahu ketentuan aturan di situ. Tetapi mungkin juga ada keteledoran dari para pelalu usaha untuk menyadari atas ketaatan itu,” ujarnya.

“Sehingga ketika itu menjadi suatu pilihan dari pada mahasiwa, kelamahan dari para pelaku usaha ini masih mencoba mengakomodir kunjungan yang ada disitu. Tidak mengacu pada bahwa seharusnya memang hanya boleh sampai pukul 10.00 WIB, ini masih kadang sampai kelewatan jam,” tandasnya.

Baca juga: Profil Tri Suaka, Penyanyi Kafe Jogja Bersuara Mirip Ariel Noah

Dengan tren penurunan kasus yang disebutkan Yulius tengah terjadi, pihaknya berharap masyarakat tidak menurunkan ketaatan terhadap protokol kesehatan.

“Harapan kita masyarakat jangan justru melihat posisi menurunnya. Malah ini justru yang harus diperketat bersama-sama, supaya data terkonfirmasi positif ini semakin kecil,” tegasnya.

 

 


Berita Terkait
    Promo & Events
    Berita Terkini
    Indeks Berita

    Apa yang ingin anda baca?

    :
    :
    Night Mode
    Notifications
    Support
    Privacy
    PasswordUpdated 15 days ago