Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

Kabar Hoaks Rencana Rehab Jembatan Mojo Solo, Begini Penjelasan DPUPR

Kabar hoaks mengenai informasi revitalisasi Jembatan Mojo penghubung Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Solo dengan Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo beredar di grup WA.
SHARE
Kabar Hoaks Rencana Rehab Jembatan Mojo Solo, Begini Penjelasan DPUPR
SOLOPOS.COM - Pengendara kendaraan bermotor melintasi Jembatan Mojo, Solo, Rabu (18/5/2022). (Solopos/Nicolous Irawan)

Solopos.com, SOLO — Kabar hoaks mengenai informasi revitalisasi Jembatan Mojo penghubung Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Solo dengan Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah beredar di grup WhatsApp (WA).

Berdasarkan informasi yang dihimpun Solopos.com dari berbagai sumber muncul pesan yang dibagikan di salah satu WhatsApp Group tentang masa pembangunan Jembatan Mojo Solo. Kurang lebih, begini isi informasinya:

PromosiNimo Highland, Wisata Hits di Bandung yang Mirip Santorini Yunani

“Bahwasanya mulai hari Senin 27 Juni 2022 pengerjaan Jembatan Mojo sudah dimulai. Pengerjaan akan berlangsung selama 8 bulan. Untuk lalu lintas roda dua dan mobil masih bisa lewat dengan sistem buka tutup. Nuwun.”

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Solo menepis kabar tersebut. Mereka menyebut itu hoaks. Pemerintah Kota (Pemkot) Solo bakal mengumumkan manajemen rekayasa lalu lintas sebelum pekerjaan konstruksi Jembatan Mojo dimulai.

Staf Teknis Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Solo, Andreawan Setyo Nugroho, mengatakan informasi tersebut tidak benar. “Untuk rekayasa pengaturan lalu lintas sedang mau kami rapatkan dengan Dinas Perhubungan [Dishub] Kota Solo,” kata dia, Jumat (24/6/2022).

Baca Juga : Begini Rencana Rehab Jembatan Mojo Penghubung Solo-Mojolaban Sukoharjo

Selain itu, lanjut dia, informasi durasi proyek revitalisasi Jembatan Mojo Solo selama delapan bulan itu juga tidak benar. Andreawan menyampaikan lama pengerjaan hanya 5,5 bulan.

Ditanya progres revitalisasi Jembatan Mojo, Andreawan mengatakan sudah ada kontrak dengan pemenang lelang. “Ini sedang proses persiapan pekerjaan,” ujarnya.

Andreawan menjelaskan tahapan pekerjaan Jembatan Mojo Solo berupa fabrikasi lantai panel segmental ortotropik baja selama dua bulan. Dia memperkirakan rekayasa lalu lintas dilakukan mulai Agustus atau September 2022.

Penutup Jembatan Mojo Solo dilakukan separuh-separuh secara bergantian atau tidak ditutup total. “Nanti apabila sudah ada kesepakatan dengan Dishub berkaitan dengan rencana penutupan akan kami infokan segera,” ungkapnya.

Baca Juga : Ini 3 Proyek Besar yang Diprediksi Bikin Solo Macet Luar Biasa

Dikonfirmasi secara terpisah, Kepala Dishub Kota Solo, Hari Prihatno, menjelaskan Dishub masih menunggu koordinasi dengan DPUPR. Pemkot Solo juga masih menunggu pemerintah pusat mengenai kapan pelaksanaan pembangunan Jembatan Jurug.

“Kemungkinan. Tapi belum ada putusan ya. Jembatan Jurug dikerjakan sekitar November. Kalau Mojo November harus sudah selesai atau finishing,” paparnya.

Dia mengatakan kendaraan roda dua masih bisa melewati Jembatan Mojo Solo selama pekerjaan konstruksi. Namun, dia belum dapat menjelaskan pengalihan arus untuk kendaraan roda empat. Dia menuturkan pembahasan tersebut masih menunggu koordinasi antardinas.



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Part of Solopos.com
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode