top ear
Para personel Sukir Genk berfoto di Wonogiri, belum lama ini. (Istimewa-Dok. Sukir Genk)Para personel Sukir Genk berfoto di Wonogiri, belum lama ini. (Istimewa-Dok. Sukir Genk)
  • SOLOPOS.COM
    Para personel Sukir Genk berfoto di Wonogiri, belum lama ini. (Istimewa-Dok. Sukir Genk)Para personel Sukir Genk berfoto di Wonogiri, belum lama ini. (Istimewa-Dok. Sukir Genk)

Kabar Gembira, Sukir Genk Rilis Album Baru Awal 2020

Sukir Genk menelurkan album baru.
Diterbitkan Jumat, 6/12/2019 - 09:33 WIB
oleh Solopos.com/Rudi Hartono
2 menit baca

Solopos.com, WONOGIRI -- Ada kabar gembira untuk para Sedulur Sukir, fans Sukir Genk. Sukir Genk, grup musik beraliran java rock reggae asal Wonogiri, akan meluncurkan album kesembilan bertajuk Pacarku Nesu awal 2020.

Album itu sebagai jawaban penantian panjang para penggemar sejak 2014.

Sang vokalis, Arik “Sukir” Rahardian, saat berbincang dengan solopos.com di kawasan kota Wonogiri, Kamis (5/12/2019), mengatakan album tersebut berisi 10 lagu. Beberapa di antaranya sudah pernah dibawakan pada sejumlah pentas tahun ini. Lagu itu seperti Si Tampan dan Hujan Kedamaian. Lagu lainnya belum pernah dibawakan agar bisa menjadi kejutan bagi para penggemar.

Berbeda dari delapan album sebelumnya yang berisi lagu bertema cinta, Erik, sang pencipta lagu, memasukkan lagu bertema sosial dan politik dalam album terbaru ini. Tema itu diaktualisasikan dengan syair yang lugas, mudah dicerna, dan tentu berbahasa Jawa.

“Saya tetap pakai bahasa yang ringan, tapi maknanya dalam. Kemungkinan akan diluncurkan pertengahan Januari atau kalau tidak awal Februari 2020. Rencananya peluncurannya di Solo,” kata pentolan band yang memiliki penggemar di berbagai daerah di Indonesia itu.

Lagu bertema sosial berisi ajakan untuk membantu sesama manusia, berbicara soal nasib buruh, guru honorer, mahasiswa abadi, dan lainnya.

Sementara, lagu bertema politik berbicara tentang kesadaran berdemokrasi, berpolitik tanpa saling mencela, dan lainnya. Lagu tersebut bernada satire sebagai bentuk kritik terhadap kondisi politik di Tanah Air belakangan ini.

“Lagu bertema cinta tetap ada. Tapi tak seperti lagu di album sebelum-sebelumnya. Kalau dulu tema cinta yang saya angkat cinta yang nggrantes karena saya masih sering baper [terbawa perasaan]. Kalau di album ini cinta yang happy ending, memberi motivasi yang masih jomblo agar menjawab olokan orang dengan karya, dan lainnya,” imbuh pendiri grup musik yang berdiri pada 2008 tersebut.

Lagu di album Pacarku Nesu direkam sejak Januari dan selesai November lalu. Prosesnya cukup lama karena Erik ingin hasilnya benar-benar matang. Setelah album diluncurkan, para Sedulur Sukir dapat mengunduh lagu secara berbayar di media sosial resmi yang dikelola label.

Menanggapi isu yang pernah berembus bahwa Sukir Genk bubar, Erik menegaskan Sukir Genk tetap berdiri kokoh dan terus berkarya. Menurut dia isu muncul saat para personel keluar hanya menyisakan dirinya.

Erik tak putus asa. Dia akhirnya menemukan formasi tetap, formasi ketujuh Sukir Genk. Selain Erik, personelnya meliputi Alex gitaris yang juga kakak kandungnya, Rendra bassis, Deni pemain jimbe, Daddy Thir pemain marakas dan alat musik etnik, dan Simon drummer.

“Agenda pentas terdekat Sukir Genk di acara malam Tahun Baru di Baturetno, Mbatu Unite Festival. Para Sedulur Sukir mangga datang,” tutup Erik.


Editor : Profile Rohmah Ermawati
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com


berita terkait

berita terpopuler

Iklan Baris

Properti Solo & Jogja

berita terkini