Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

Kabar Baik, OJK Perpanjang Restrukturisasi Kredit Hingga Setahun ke Depan

Sejumlah strategi dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mendorong pertumbuhan ekonomi pasca pandemi Covid-19.
SHARE
Kabar Baik, OJK Perpanjang Restrukturisasi Kredit Hingga Setahun ke Depan
SOLOPOS.COM - Kepala OJK Regional 3 Jateng-DIY, Aman Santosa, dalam Webinar Outlook Jateng 2023 yang disiarkan di Youtube Espos Live, Rabu (7/12/2022).(Tangkapan Layar Youtube)

Solopos.com, SOLO— Sejumlah strategi dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mendorong pertumbuhan ekonomi pasca pandemi Covid-19.

Salah satunya adalah memperpanjang kebijakan restrukturisasi kredit dan pembiayaan secara targeted dan sektoral.

PromosiPromo Menarik, Nginep di Loa Living Solo Baru Bisa Nonton Netflix Sepuasmu!

Kepala OJK Regional 3 Jateng-DIY, Aman Santosa, mengatakan pada awalnya ketentuan restrukturisasi tersebut akan berakhir Maret 2023. Namun kemudian diperpanjang hingga setahun ke depan yakni pada 31 Maret 2024.

“Pada intinya, sektor-sektor yang kami nilai masih rawan, kami nilai yang akan memberi kontribusi besar bagi pertumbuhan ekonomi ini akan tetap kami berikan relaksasi,” kata dia, dalam Webinar Outlook Jateng 2023 yang disiarkan di Youtube Espos Live, Rabu (7/12/2022).

Webinar tersebut juga didukung oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jateng, Bank Jateng, Pertamina Patra Niaga, dan Semen Grobogan tersebut.

Baca Juga: Isu Ketahanan Pangan Penting untuk Perekonomian Jateng ke Depan

Kuis Solopos - Seru-seruan Asah Otak

Sektor yang dimaksud di antaranya UMKM yang mencakup seluruh segmen, sektor penyediaan akomodasi dan makan minum. Selain itu beberapa industri yang menyediakan lapangan kerja besar, yaitu industri tekstil dan produk tekstil (TPT) serta industri alas kaki.

“Perpanjnagn ini semoga akan memberi ruang gerak lebih luas pada para pengusaha,” lanjut dia.

Baca Juga: Dorong Pemeratan Pembangunan, Jateng Butuh Tiga Poros Kawasan Ekonomi

Kilas Balik 2022 - Emagz Solopos

Di sisi lain, seiring dengan kredit restrukturisasi perbankan yang mulai melandai, pembentukan CKPN (Cadangan Kerugian Pembentukan Nilai) sebagai buffer atas kredit bermasalah menunjukkan trend meningkat.

Hal tersebut berdampak positif dalam menjaga rasio NPL Net (Rasio kredit bermasalah – CKPN) tetap berada pada angka rendah. Rasio NPL Net terjaga pada posisi 0,93% pada September 2022.



Info Digital Tekno
Indeks
Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Info Perbankan
Indeks
Interaktif Solopos
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Kuis Solopos - Seru-seruan Asah Otak
      Emagz Solopos
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Interaktif Solopos
      Kuis Solopos - Seru-seruan Asah Otak
      Solopos Stories
      Part of Solopos.com
      ISSN BRIN
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode