Kabar Baik, BOR Rumah Sakit Covid-19 di Karanganyar Mulai Turun

Tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) di sejumlah rumah sakit rujukan Covid-19 di Karanganyar sudah mulai turun.
Kabar Baik, BOR Rumah Sakit Covid-19 di Karanganyar Mulai Turun
SOLOPOS.COM - Tenaga kesehatan melintas di depan lorong bangsal isolasi pasien Covid-19 di RSUD Karanganyar beberapa waktu lalu. (Candra Putra Mantovani/Solopos)

Solopos.com, KARANGANYAR — Tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) di sejumlah rumah sakit rujukan Covid-19 di Karanganyar sudah mulai turun. Diharapkan tren penurunan kasus pasien yang dirawat di rumah sakit terus terjadi.

Kabid Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Karanganyar, Dwi Rusharyanti, mengatakan hingga Sabtu (31/7/2021), tingkat keterisian di delapan rumah sakit rujukan Covid-19 Karanganyar sudah di angka 67 persen dari total 318 unit tempat tidur yang disediakan. Sehingga, total tempat tidur yang tersedia saat ini masih tersisa sebanyak 160 unit.

“Alhamdulillah, sudah tiga hari ini mengalami penurunan untuk BOR. Per kemarin itu sekitar 67 persen. Semoga saja trennya menurun terus untuk jumlah pasien [Covid-19] yang dirawat di rumah sakit,” ungkap dia kepada Solopos.com, Minggu (1/8/2021).

Baca Juga: Ayem, Pemkab Karanganyar Jamin Ketersediaan Oksigen Medis untuk Warga

Kasus Baru Kebanyakan OTG

Menurut Dwi, BOR di sejumlah rumah sakit rujukan Covid-19 di Karanganyar pada pekan sebelumnya berada di angka 80 persen. Dari delapan rumah sakit yang digandeng, RSUD Karanganyar dan RS PKU Muhammadiyah Karanganyar merupakan yang terbanyak. Di kedua rumah sakit tersebut BOR mencapai 90 persen hingga 100 persen setiap harinya.

“Iya sempat tinggi kemarin itu, tapi sekarang sudah mulai turun yang dirawat di rumah sakit di Karanganyar. Paling tinggi ya RSUD Karanganyar dan PKU Muhammadiyah Karanganyar,” imbuh dia.

Baca Juga: Wamen Perdagangan: Akselerasi Vaksinasi Percepat Pemulihan Ekonomi

Dwi menuturkan, berkurangnya jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit rujukan karena kebanyakan kasus baru merupakan kategori orang tanpa gejala (OTG). Sehingga, para pasien baru tersebut diarahkan untuk menjalani isolasi mandiri.

“Kalau sekarang kebanyakan kan OTG. Jadi mereka isolasi mandiri. Itu yang kemungkinan menyebabkan turunnya BOR di rumah sakit,” ungkap dia.

Sementara itu, berdasarkan data yang dihimpun Soloppos.com dari lama instagram @dinkeskaranganyar per Sabtu (31/7/2021), total pasien aktif Covid-19 di Karanganyar masih berada di angka 1.349 orang dengan rincian 250 orang menjalani rawat inap dan 1.099 orang menjalani isolasi mandiri. Sebanyak 16.385 orang dinyatakan sembuh dan 957 orang meninggal dunia.

Berita Terkait
    Promo & Events
    Berita Terkini
    Indeks Berita

    Apa yang ingin anda baca?

    :
    :
    Night Mode
    Notifications
    Support
    Privacy
    PasswordUpdated 15 days ago