top ear
Wakil Presiden RI ke-12 Jusuf Kalla bersama mantan Wakapolri Komjen Pol. (Pur.) Syafruddin selaku Ketua Yayasan Museum Sejarah Rasulullah Saw dan Peradaban Islam mendapat kesempatan melaksanakan ibadah umrah di tengah pandemi Covid-19. (Bisnis-Istimewa)
  • SOLOPOS.COM
    Wakil Presiden RI ke-12 Jusuf Kalla bersama mantan Wakapolri Komjen Pol. (Pur.) Syafruddin selaku Ketua Yayasan Museum Sejarah Rasulullah Saw dan Peradaban Islam mendapat kesempatan melaksanakan ibadah umrah di tengah pandemi Covid-19. (Bisnis-Istimewa)

Jusuf Kalla Angkat Bicara, Rizieq Syihab Disebut Indikator Demokrasi

Jusuf Kalla yang pernah mendampingi Presiden Soesilo Bambang Yuduyono dan Joko Widido menyebut Rizieq Syihab sebagai indikator demokrasi.
Diterbitkan Sabtu, 21/11/2020 - 23:45 WIB
oleh Solopos.com/Aprianus Doni Tolok
2 menit baca

Solopos.com, JAKARTA — Jusuf Kalla yang kini tak lagi mengenyam jabatan di pemetintahan angkat bicara terkait Rizieq Syihab yang kini tengah dimusuhi TNI. Wakil presiden masa Soesilo Bambang Yuduyono sekaligus Joko Widido menyebut Rizieq sebagai indikator demokrasi di Indonesia.

Jusuf Kalla menilai kekosongan kepemimpinan yang mampu menyerap aspirasi rakyat sebagai penyebab sejumlah permasalahan yang melibatkan Front Pembela Islam (FPI) pimpinan Rizieq. “Adanya kekosongan itu, begitu ada pemimpin yang karismatik atau ada yang berani memberikan alternatif maka orang mendukungnya. Masalah Rizieq itu jadi indikator bahwa ada proses yang perlu diperbaiki dalam sistem demokrasi kita,” katanya dalam Webinar Kebangsaan yang dikutip Jaringan Informasi Bisnis Indonesia (JIBI) dari channel Youtube PKSTV, Jumat (20/11/2020).

Lebih lanjut, Jusuf Kalla menilai ada kekosongan sistem atau cara berdemokrasi khususnya yang terkait dengan ideologi keislaman yang diisi oleh ketokohan Rizieq Syihab.

Dance Tiktok Gempi di Wanokaka NTT Viral

JK pun mengkritisi para pemimpin yang dipilih oleh rakyat tetapi enggan mendengarkan aspirasi rakyat. Hal tersebut, katanya, lama kelamaan bisa mengembalikan demokrasi Indonesia menjadi ‘demokrasi jalanan’ karena masyarakat kecewa.

“Jangan sampai kita kembali lagi ke demokrasi jalanan, ini bisa kembali apabila wakil-wakil yang dipilihnya tidak memperhatikan aspirasi seperti itu," ujarnya.

Suara PKS

Sementara itu, Presiden PKS Ahmad Syaikhu juga mengingatkan bahwa krisis yang terjadi saat ini akibat pandemi Covid-19 bisa mengancam sistem demokrasi Indonesia yakni berkembangnya oligarki dan otoritarian Menurutnya, diperlukan suatu kekuatan yang melalukan protes, kontrol sosial, atau oposisi yang menjaga keseimbangan sistem.

Smartwatch Tak Mesti Persegi, Ini Alternatifnya…

Seperti diketahui, kepulangan Rizieq Shihab menyita perhatian publik. Sejak kepulangannya puluhan ribu masyarakat menjemput Imam Besar FPI itu ke Bandara Soekarno-Hatta di Cengkareng, Tangerang pada 10 November lalu.

Tidak lama berselang, Rizieq menggelar acara pernikahan sekaligus peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW pada Sabtu (14/11/2020). Sedikitnya 10.000 orang hadir. Butut peristiwa ini, Kapolda Metro Jaya dan Kapolda Jawa Barat dicopot oleh Kapolri.

Selain itu, Polda Metro Jaya memanggil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama sejumlah jajarannya untuk dimintai klarifikasi pada kerumunan di acara Rizieq Shihab. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil juga dipanggil Bareskrim Mabes Polri untuk ditanyai tentang agenda Rizieq di Megamendung, Jawa Barat.

KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Solopos


Editor : Profile Rahmat Wibisono
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com


berita terkait

berita terpopuler

Iklan Baris

Properti Solo & Jogja

berita terkini