[ X ] CLOSE

Joss! Tes Covid-19 Warga Sekolah di Sleman Menggunakan PCR

Tes acak Covid-19 untuk warga sekolah jenjang SD maupun SMP di Sleman yang menggelar PTM sudah menggunakan metode PCR.
Joss! Tes Covid-19 Warga Sekolah di Sleman Menggunakan PCR
SOLOPOS.COM - Ilustrasi tes PCR (Freepik)

Solopos.com, SLEMAN — Tes acak Covid-19 untuk warga sekolah jenjang SD maupun SMP di Sleman yang menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) sudah menggunakan metode polymerase chain reaction (PCR).

Pertimbangan penggunaan PCR untuk SD dan SMP di Sleman adalah tidak membutuhkan exit entry maupun exit test. Hasilnya juga lebih akurat.

Kepala Bidang Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman, Novita Krisnaeni mengatakan penggunaan PCR dilakukan sejak pekan lalu. Sebelumnya, Dinkes melakukan pengujian menggunakan metode swab Antigen.

Baca juga: Warga Sleman Bisa Terima Vaksin Booster di 2022, Bayar Bagi yang Mampu

Menurut Novita, penggunaan PCR untuk uji Covid-19 sesuai dengan arahan dari pemerintah pusat. Tes PCR dinilai lebih menguntungkan karena tidak butuh entry exit test. Sementara, swab antigen perlu dilanjutkan dengan PCR pada hari kelima untuk exit test.

“Uji menggunakan PCR sudah kami lakukan untuk SD dan SMP. Metode yang sama juga diterapkan untuk SMA/SMK,” kata Novi, Rabu (24/11).

Dinkes, katanya, akan rutin melakukan tes acak ini. Jika semua sekolah sudah tersasar, nanti akan dilakukan kembali penjadwalan tes. Hal ini untuk memastikan proses PTM berjalan baik dan tidak menimbulkan klaster baru.

Sejak PTM diberlakukan, lanjut Novi, sekitar 1.100 siswa dan guru sudah diuji swab. “Ya hanya satu sekolah (SMPN 2 Pakem) yang dinyatakan positif, dan sudah lama tertangani. (Sekolah) Lainnya belum ditemukan kasus,” katanya.

Baca juga: Buruh DIY Gelar Mimbar Bebas, Minta KHL Dijadikan Acuan Upah 2022

Dia menjelaskan, Dinkes Sleman mengambil 10% sampel PCR, baik dari siswa maupun guru di sekolah tersebut. Apabila jumlah warga sekolah kurang dari 300 orang maka akan diambil setidaknya 30 sasaran.

“Tidak butuh waktu lama untuk mengetahui hasilnya, hanya satu atau dua hari saja. Karena memang sasarannya tidak banyak, dan sarpras laboratorium juga mendukung,” kata Novita.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sleman, Ery Widaryana mengatakan Disdik sudah mengagendakan kegiatan tes swab acak di sekolah-sekolah. Pelaksanaannya akan digelar setiap Kamis dengan sasaran sekolah yang berbeda-beda.

“Dari 17 kapanewon sudah kami gelar tes swab secara acak ini. Nanti tetap dilanjutkan ke sekolah lain secara bergilir. Alhamdulillah, sampai saat ini hasilnya negatif semua,” katanya.

 

 



Berita Terkait
    Promo & Events
    Ekspedisi Ekonomi Digital 2021
    Berita Terkini
    Indeks Berita

    Apa yang ingin anda baca?

    :
    :
    Night Mode
    Notifications
    Support
    Privacy
    PasswordUpdated 15 days ago