top ear
Warga dan aparat membangun tanggul dari ban bekas di tebing Sungai Mungkung di Gabusan, Tangkil, Sragen Kota, Sragen, Senin (1/3/2021). (Solopos-Tri Rahayu)
  • SOLOPOS.COM
    Warga dan aparat membangun tanggul dari ban bekas di tebing Sungai Mungkung di Gabusan, Tangkil, Sragen Kota, Sragen, Senin (1/3/2021). (Solopos-Tri Rahayu)

Jos! Warga Gotong-Royong Bangun Tanggul Ban Bekas di Tepi Sungai Mungkung Sragen

Pembangunan tanggul ban bekas yang semula diprediksi memakan waktu tujuh hari ternyata akan dilakukan selama 10 hari.
Diterbitkan Selasa, 2/03/2021 - 10:07 WIB
oleh Solopos.com/Tri Rahayu
3 menit baca

Solopos.com, SRAGEN -- Seratusan orang dari berbagai kalangan bahu-membahu membangun tanggul dari ban bekas di pinggir Sungai Mungkung wilayah Dukuh Gabusan RT 002/RW 011, Desa Tangkil, Kecamatan Sragen Kota, Sragen.

Mereka yang turut serta membangun tanggul ban bekas terdiri atas anggotaTNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), anggota perguruan pencak silat, Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS), anggota search and rescue (SAR) lainnya, serta para warga setempat.

Pada Senin (1/3/2021) Komandan Koramil Sragen Kota Kapten (Cba) Sugiyono memimpin apel dan menyampaikan pengarahan tentang pelaksanaan pembuatan tanggul dari ban bekas sepanjang 86 meter dengan kedalaman 8 meter.

Baca juga: Pesta Diskon Karanganyar Great Sale Digelar Sebulan, Yuk Ramaikan!

Sugiyono sendiri yang mengkoordinasi aktivitas pembangunan tanggul itu sebagai antisipasi tergerusnya tebing Sungai Mungkung dan berdampak pada ambrolnya bangunan rumah milik warga di dukuh itu.

“Dalam pemasangannya nanti ada teknisinya. Pembangunan tanggul yang semula diprediksi memakan waktu tujuh hari ternyata dari kesepakatan warga akan dilakukan selama 10 hari. Pengerjaannya yang semula sempat menggunakan alat berat ternyata dilakukan secara manual karena penggunaan alat berat akan berisiko mengingat di tikungan aliran sungai itu ada kedung yang dalamnya sampai 13 meter,” jelas Sugiyono saat memimpin apel, Senin.

Sugiyono menyampaikan membangun tanggul ban bekas ini pekerjaan yang berat dan tanpa bayaran karena murni kerja kemanusiaan untuk NKRI. Sugiyono meminta petugas dari BPBD menyiapkan personel penyelamatan dengan menggunakan perahu karet untuk jaga-jaga bila ada kecelakaan.

4 Rumah Terdampak Longsor

Ada 800 unit ban bekas yang disiapkan. Ban-ban mobil dan truk itu sudah ada di pinggiran tebing sungai. Setidaknya ada empat rumah yang terdampak longsor karena lokasinya berada di bantaran anak Sungai Bengawan Solo itu.

“Nanti semampunya. Kalau hanya bisa selesai separuh tidak apa-apa nanti akan terus ada progress. Yang penting tanggul ban itu bisa mengatasi benturan arus sungai supaya tidak terjadi longsor lagi,” katanya.

Baca juga: Prediksi Geliat Pasar Otomotif di Soloraya Pascapemberlakuan Relaksasi Pajak

Salah satu pemilik rumah yang terdampak longsor itu bernama Suyadi. Yadi, sapaan akrabnya, kebetulan memiliki pengalaman membuat tanggul ban bekas saat terjadi longsor di Papua. Pengalaman Yadi membuat tanggul ban itu dipraktikkan.

Yadi menjelaskan teknisnya kepada perwakilan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Sragen tentang pembuatan tanggul ban bekas itu. Ia mencontoh teknik menyusunan ban yang dibuat zig-zag dan berundak.

“Kekuatannya ada di badan dasar. Pada posisi ban dasar itu harus diberi pancang. Antara ban satu dengan ban lainnya diikat dengan kawat sehingga ada kesatuan kekuatan yang kuat karena saling keterikatan dan tarik-menarik saat dihantam arus sungai. Semoga ini menjadi percontohan dalam pembuatan tanggul darurat,” ujar Yadi saat menjelaskan teknis pembuatan tanggul kepada sejumlah petugas DPUPR.

Baca juga: Cabai Di Sragen Bisa Ganti Harga 3 Kali Sehari, Petani Sebut Ajaib

Yadi meminta setiap rumah ada satu teknisi dengan teknik yang sama supaya terorganisasi dengan baik. Yadi pun mencontohkan langsung tekniknya dengan membuat permukaan dasar tanah harus rata.

Dia menyampaikan di bagian depan ban fondasi ditambah ban lagi supaya tanah di bawah ban fondasi paling bawah itu tidak terkikis air. Para warga membaur dengan TNI/Polri, BPBD, dan BBWSBS bersama-sama memasang ban itu setelah meratakan tanah.


Editor : Profile Rohmah Ermawati
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com

berita terpopuler

Iklan Baris

berita terkini


Cek Berita Lainnya