Jokowi Video Call Bocah Yatim Piatu Akibat Covid-19

Presiden Jokowi berkomunikasi melalui video call dengan Arga, anak yatim piatu asal Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur korban Covid-19.
Jokowi Video Call Bocah Yatim Piatu Akibat Covid-19

Solopos.com, JAKARTA — Joko Widodo berkomunikasi langsung dengan Arga, anak yatim piatu asal Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur yang melantunkan adzan bagi jenazah kedua orang tuanya korban Covid-19. Presiden Jokowi diketahui menghubungi Arga melalui video call telepon genggam milik Bupati Kutai Kartanegara Edi Darmansyah.

Dalam percakapan, Presiden Jokowi memberikan semangat kepada Arga dan menitipkan salam kepada saudaranya yang juga dikabarkan sempat sakit. “Kondisinya gimana? Sudah sehat? Jika sudah sehat salam ya untuk kakak dan adik agar cepat sembuh dan bisa beraktivitas lagi,” kata Jokowi sebagaimana dikutip Jaringan Informasi Bisnis Indonesia (JIBI) dari video yang diunggah akun Instagram @andreli48, Rabu (28/7/2021).

Dalam video tersebut disebutkan juga bahwa Arga dan tiga saudaranya mendapatkan bantuan uang Rp25 juta dari Presiden Jokowi. Di samping itu, dikabarkan mereka juga mendapat bantuan Rp10 juta di luar bantuan presiden.

Baca Juga: Facebook Messenger Kini Hadirkan Emoji Bersuara

Tekan Kematian Covid-19

Sementara itu, Presiden Jokowi telah memerintahkan seluruh bawahannya untuk mati-matian menekan angka kematian akibat Covid-19. Hal itu terungkap dari pernyataan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan melalui unggahannya di akun Instagram resminya @luhut.pandjaitan, Kamis (29/7/2021).

“Secara khusus Presiden @jokowi menyampaikan kepada kami semua bawahannya untuk bekerja mati-matian menurunkan angka kematian,” tulis Luhut.

Luhut mengaku telah menyampaikan kepada seluruh kementerian atau lembaga terkait agar selalu mengecek dan melihat keadaan di lingkungan kerja dan tempat tinggal masing-masing. “Apakah sudah berjalan pelaksanaan tracing, testing, dan treatment ini,” kata Luhut. Data Satuan Tugas Penanganan Covid-19 menunjukkan kasus harian kematian nasional terus naik sejak awal Juli 2021.

Baca Juga: Epidemiolog UI Ingatkan Ivermectin Bukan Permen

Puncak kurva terjadi pada 27 Juli 2021 dengan 2.069 kasus kematian dalam sehari. Kendati menurun sehari setelahnya atau pada 28 Juli 2021 yaitu 1.824 kasus, tapi angka ini juga masih termasuk tinggi jika dibandingkan dengan hari-hari sebelumnya.

Menko Luhut juga mengatakan pemerintah akan menggalakkan tracing, testing, dan treatment (3T) secara lebih masif. Dia meminta tracing atau pelacakan dan testing atau pengecekan dilakukan terhadap minimal delapan orang yang memiliki kontak erat dengan penderita Covid-19.

Dengan penambahan kapasitas testing dan tracing ini, sambungnya, diperkirakan akan terjadi lonjakan jumlah kasus harian positif. “Saya memohon kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk tidak perlu khawatir karena dengan semakin banyak orang dites dan dilacak maka potensi penularan virus bisa berkurang,” ujarnya.

KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Solopos


Promo & Events
Berita Terkait
    Berita Terkini
    Indeks Berita

    Apa yang ingin anda baca?

    :
    :
    Night Mode
    Notifications
    Support
    Privacy
    PasswordUpdated 15 days ago