Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

Jokowi Setujui Usul Mendag soal Dana Rp100 Triliun BUMN untuk Beli Hasil Tani

Mendag Zulkifli Hasan menyatakan usulan disampaikan agar petani lebih sejahtera dan harga bahan pokok seperti beras, jagung, dan lain-lainnya bisa terjaga pasokannya dan harganya terjangkau.
SHARE
Jokowi Setujui Usul Mendag soal Dana Rp100 Triliun BUMN untuk Beli Hasil Tani
SOLOPOS.COM - Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan seusai dilantik oleh Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (15/6/2022). (ANTARA/Desca Lidya Natalia)

Solopos.com, JAKARTA–Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan mengusulkan dana Rp100 triliun untuk menyerap hasil pertanian dari para petani.

Mendag Zulhas menjelaskan usulan tersebut disampaikan agar petani lebih sejahtera dan harga bahan pokok seperti beras, jagung, dan lain-lainnya bisa terjaga pasokannya dan harganya terjangkau.

PromosiTokopedia Card Jadi Kartu Kredit Terbaik Versi The Asian Banker Awards 2022

“Petani kita itu dari 50 tahun tidak beranjak kesejahteraannya. Sama saja. Nah, kita ingin agar petani itu mengurus pertanian saja, tidak usah mengurusi harga. Nah kita akan atur itu. Rp100 triliun kita ajukan setahun,” ujar Mendag Zulhas dalam acara Kinerja 100 Hari Kerja Menteri Perdagangan di Auditorium Kemendag, Minggu (25/9/2022).

Zulhas menjelaskan usulan tersebut sudah disepakati oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Nantinya pihak perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang menyerap hasil pertanian petani.

“Nanti ada RNI atau Bulog yang akan melakukan itu rencananya. Memang mesti harus duduk bareng lagi,” ujar dia.

Zulhas meyakini jika usulan tersebut telah direalisasikan, maka kebutuhan pangan nasional akan tercukupi dan akan meminimalisir impor pangan.

“Saya yakin ini kita tidak akan impor jika pemerintah mengatur ini,” jelas dia.

Menurut Zulhas, saat ini kebutuhan pokok relatif stabil. Meski demikian, kondisi pangan Indonesia masih rawan disebabkan tidak adanya cadangan pangan, selain beras.

“Negara ini nggak ada stoknya, jagung nggak ada, kedelai nggak ada. Makanya ini harus ditata lagi,” ujar Zulhas.

Apalagi, kata dia, harga beras pun saat ini sedang merangkak naik di beberapa daerah karena harga gabah dari Rp4.500 per liter naik jadi Rp5.500 per liter.

Dia menambahkan persoalan beras tidak akan tawar menawar, sebab pengaruhnya terhadap inflasi sangat tinggi.

“Terhadap inflasi 3,3%. Beras langka tidak kebayang. Impor pun saya rela, agar itu betul-betul dijaga. Kalau mahal harus ada operasi pasar,” papar dia.

Zulhas mengatakan peran Bulog harus dikembalikan seperti dulu sebagai stabilitator harga. Pasalnya, kondisi Bulog saat ini dinilai sulit mendistribusikan stoknya karena bantuan sosial atau bansos berupa uang tunai.

“Dulu kan ada beras raskin, rastra disalurin 3 bulan sekali. Sekarang kan Bulog harus jualan juga, sulitlah dia. Jadi Bulog harus kayak dulu sebagai stabilitator, bukan komersil,” papar dia.

Berita telah tayang di Bisnis.com berjudul Jokowi Setuju Usul Mendag soal Dana Rp100 Triliun Beli Hasil Pertanian

 



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Part of Solopos.com
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode