Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

Jokowi: Pindah IKN Tak Cuma Pindah Gedung, Tapi Pindah Mindset

Presiden Jokowi menyebut program Ibu Kota Negara akan menjadi show case dari transformasi besar yang akan dilakukan pemerintah.
SHARE
Jokowi: Pindah IKN Tak Cuma Pindah Gedung, Tapi Pindah Mindset
SOLOPOS.COM - Tangkapan layar Presiden Joko Widodo saat menyinggung isu metaverse dalam acara Muktamar ke-34 Nahdlatul Ulama di Pondok Pesantren Darussa’adah, Lampung Tengah. (Gambar: Youtube/SekretariatPresiden)

Solopos.com, SRAGEN — Pro dan kontra pemindaha Ibu Kota Negara dari DKI Jakarta ke Kalimatan Timur terus bergulir. Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang sudah membulatkan tekad untuk “pindah kantor” tampaknya tak terganggu dengan adu argumen yang beredar.

Mengutip Antara, Presiden Jokowi menegaskan program Ibu Kota Negara (IKN) bukan hanya memindahkan gedung pemerintahan namun sebagai bentuk transformasi struktural.

PromosiRekomendasi Merek Jeans Terbaik Pria & Wanita, Murah Banget!

“Program pembangunan Ibu Kota Negara di Kalimantan Timur adalah bagian penting dari transformasi itu. Progam IKN bukan sekadar pindah gedung pemerintahan, bukan itu,” kata Presiden Jokowi saat menghadiri pengukuhan Majelis Pengurus Pusat Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) 2021-2026 dan Peresmian Pembukaan Rakernas ICMI, di Istana Kepresidenan, Sabtu (29/1/2022).

“Pindah ibu kota adalah pindah cara kerja, pindah mindset dengan berbasis pada ekonomi modern dan membangun kehidupan sosial yang lebih adil dan inklusif,” tambah presiden.

Baca Juga: Perantau Karanganyar akan Dirikan Korwil di Ibu Kota Negara Baru

Pemerintah sejak 2019 mempersiapkan Ibu Kota Negara (IKN) baru di kawasan Sepaku, perbatasan kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

“IKN akan kita jadikan show case transformasi baik di bidang lingkungan, cara kerja, basis ekonomi, teknologi dan lain-lain. Trmasuk di bidang pelayanan kesehatan dan pendidikan yang lebih berkualitas,” ungkap Presiden.

Hal-hal lain yang menurut Presiden Jokowi dapat ditransformasi dari IKN yaitu penciptaan tata sosial yang lebih majemuk dan toleran yang menjunjung tinggi etika dan akhlak mulia.

“Program IKN dan beberapa transformasi besar ini membutuhkan dukungan semua pihak. Kontribusi ICMI dalam transfromasi ini sangat kami butuhkan sangat kami harapkan untuk bersama-sama membangun indonesia maju yang kita cita-citakan,” tambah presiden.

Baca Juga: Desain dan Konsep IKN Nusantara Sepenuhnya Kota Masa Depan

Transformasi Besar

Menurut Jokowi, pemerintah saat ini sedang bekerja keras mengawal beberapa transformasi besar. Salah satu contoh tranformasi struktural yang dilakukan pemerintah, menurut Presiden Jokowi adalah hilirisasi bahan mentah.

“Bisnis pertambangan, minyak dan gas harus melakukan hilirisasi di dalam negeri untuk memberikan nilai tambah yang besar di negara kita. Untuk membuka lapangan kerja dan sekaligus menghemat devisa kita,” ungkap presiden.

Alasannya karena hilirisasi memberikan nilai tambah besar misalnya hilirisasi nikel yang sudah dilakukan sejak 2015 memberikan kontribusi kepada ekspor dan neraca perdagangan. Jokowi menambahkan, ekspor bijih besi pada 2021 mencapai 20,9 miliar dolar AS atau sekitar Rp300 triliun sehingga meningkat dari sebelumnya 1,1 miliar dolar AS pada 2014 senilai Rp15 trilun menjadi Rp300 triliun.

Ke depan, Presiden Jokowi juga menegaskan bahwa akan ada penghentian bahan-bahan mentah lain.

Baca Juga: Pembangunan Kawasan Inti Ibu Kota Baru Masih Menunggu Alokasi Biaya

“Tahun ini mungkin akan setop lagi bauksit, tahun depan setop tembaga, tahun depan timah, setop lagi emas, tidak ada namanya lagi ekspor bahan mentah. Tahun 2022 ini saya kira kita bisa mencapai ekspor khusus nikel mencapai 28 – 30 miliar dolar AS, berarti kira-kira Rp400 triliun, itu perkiraan,” ungkapnya.

Pemerintah memperkirakan total kebutuhan anggaran untuk IKN mencapai Rp466 triliun yang akan dipenuhi melalui APBN sebesar Rp89,4 triliun, Rp253,4 triliun dari kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU) serta Rp123,2 triliun dari swasta.

Nama IKN baru juga telah diputuskan menjadi Nusantara yang dideskripsikan sebagai konseptualisasi atas wilayah geografi Indonesia dengan konstituante pulau-pulau yang disatukan oleh lautan.



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Part of Solopos.com
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode