SOLOPOS.COM - Presiden Joko Widodo dan Ibu Iriana menyusuri pemecah ombak di Pantai Miangas, Talaud, Sulawesi Utara, Rabu (19/10/2016). (Istimewa/Facebook Info Seputar Presiden)

Presiden Jokowi berjanji tak akan mengimpor beras hingga akhir tahun ini.

Solopos.com, JAKARTA — Pemerintah berjanji tak akan lagi mengimpor beras hingga akhir 2016. Hal itu ditegaskan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) karena stok beras nasional saat ini mencapai kurang lebih 2 juta atau 1.980.000 ton.

Promosi Jalur Mudik Pantura Jawa Makin Adem Berkat Trembesi

Hal ini jauh lebih tinggi daripada stok beras nasional tahun lalu pada September-Oktober yang hanya mencapai 1.030.000 ton. “Saya pastikan sampai akhir tahun tidak ada impor,” jawab Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat ditanya target swasembada pangan khususnya beras, seusai melakukan panen raya bersama di Desa Trayu, Kecamatan Banyudono, Boyolali, Sabtu (29/10/2016) pagi, dikutip Solopos.com dari situs resmi Sekretariat Kabinet.

Lebih lanjut, Presiden menjelaskan kedatangannya di lokasi persawahan di Boyolali bertujuan untuk melihat hasil dari padi varietas INPARI 32 yang diuji coba di 100 hektare lahan persawahan. Jika biasanya rata-rata panen menghasilkan 5-5,5 ton/hektare, dengan beras INPARI 32 produksi gabah diyakini dapat mencapai 10-11 ton/hektare.

“Peningkatannya memang sangat drastis sekali. Yang pertama, tahun ini memang, air melimpah. Yang kedua, saya kira memang penggunaan-penggunaan benih-benih unggul ini memberikan hasil yang baik,” kata Presiden Jokowi.

Jika uji coba sudah berhasil, lanjut Presiden, maka penanamannya akan diperluas dan dilipatkan sehingga hasil produksi nasional bisa meningkat tajam. Menurut Jokowi, pemerintah juga akan fokus untuk memperbesar stok nasional lebih dulu daripada ekspor. Meskipun ekspor untuk kualitas yang baik juga sudah dimulai sejak tahun lalu.

Selain meninjau panen raya padi varietas INPARI 32 HDB dengan menggunakan alat Combine Harvester, Presiden Jokowi juga meninjau Minapadi Jajar Legowo Super.

Dalam kunjungan kerja ke Boyolali itu, Presiden didampingi Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo, dan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya