top ear
JK Tertarik Jadi Pengamat Otomotif
  • SOLOPOS.COM
    Wapres Jusuf Kalla seusai membuka GIIAS 2019 (Antara-Muhammad Iqbal)

JK Tertarik Jadi Pengamat Otomotif

Masa tugas Jusuf Kalla sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia segera berakhir. Kabarnya, Jusuf Kalla atau yang akrab disapa JK bakal kembali mengurus bisnis yang telah lama ditinggalkannya. Sekaligus menjadi pengamat di industri otomotif.
Diterbitkan Kamis, 18/07/2019 - 22:40 WIB
oleh Solopos.com/Chelin Indra Sushmita,
2 mnt baca -

Solopos.com, SOLO – Masa tugas Jusuf Kalla sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia segera berakhir. Kabarnya, Jusuf Kalla atau yang akrab disapa JK bakal kembali mengurus bisnis yang telah lama ditinggalkannya.

Pria asal Makassar, Sulawesi Selatan, itu mengaku sangat gembira bakal segera pensiun. Jusuf Kalla ingin kembali mengurus bisnisnya. Dia juga tertarik menjadi pengamat industri otomotif.

“Sebagai pribadi, sangat gembira tiga bulan lagi akan melepas jabatan. Rencananya kembali ke dunia lama. Sambil mengamati industri otomotif,” ujar Jusuf Kalla seusai membuka GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019 di Tangerang Selatan, Banten, seperti dilansir Suara.com, Kamis (18/7/2019).

Menurut pria berusia 77 tahun itu, industri otomotif sangat menarik dicermati karena perannya yang sangat penting terhadap perekonomian nasional. “Wajar jika kita mendukung industri ini. Macet jalanan karena mobil. Negara miskin tidak ada yang macet. Tetapi, tentu ini seharusnya diatur Kemenhub agar pemakaian kendaraan teratur,” sambung JK.

Jusuf Kalla menilai, industri otomotif Indonesia masih tertinggal ketimbang negara tetangga seperti Thailand. Oleh sebab itu, Indonesia seharusnya punya alternatif lain agar bisa bersaing dengan negara lain. Salah satunya diwujudkan dengan mengembangkan mobil listrik.

Dalam mendukung industri ekspor soal manufacturing, kita masih ketinggalan dengan Thailand. Kita terlambat meski sudah kerja sama dengan ASEAN. Soalnya, industri mobil dinamis dalam hal teknologi, harga, dan lainnya. Isu terbaru banyak yang bicara mobil listrik. Manufacturing atau masyarakat harus siap. Memang butuh waktu dan perkembangan teknologi. Pemerintah akan mendukung,” tandasnya.


LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com
Kata Kunci :


berita terkait

    berita terpopuler

    Iklan Baris

    Properti Solo & Jogja

    berita terkini