Jerawat bisa bikin gawat

SHARE
Jerawat bisa bikin gawat
SOLOPOS.COM - Solopos Digital Media - Panduan Informasi dan Inspirasi

Ukurannya sering kali tak lebih besar dari ujung kelingking seorang bayi. Dengan rona merah yang menghiasi sebagian besar sisinya, jerawatnya seharusnya tidak jadi masalah. Namun persoalan rumit bisa muncul karena jerawat kerap kali tak muncul sendiri, ia datang membawa seluruh keluarganya. Ditambah lagi ia muncul di tempat yang tak diinginkan, di pipi, di dahi, di hidung, dagu, bahkan hingga ke dada, lengan dan punggung. Maka wajar saja bila kehadirannya menjadi sangat mengganggu. Padahal, ibarat nila setitik yang merusak susu sebelanga, satu jerawat juga punya potensi merusak penampilan seseorang.

“Jerawat memang bikin gawat. Satu saja muncul di wajah rasanya langsung malu keluar rumah,” kata Tyas, warga Karangasem, Solo, sambil menuding sebuah jerawat di pipi mulusnya. Tak heran jika sebagian orang rela merogoh kocek dalam-dalam, bahkan mereka tak segan melakukan petualangan kosmetik, berpindah dari satu produk kosmetik ke produk lain. Tak cukup mencoba berbagai produk, mereka juga kerap bereksperimen dengan berbagai metode yang umumnya hanya berdasarkan mitos.

PromosiUMi Youthpreneur 2022 Bentuk Dukungan PIP Terhadap Wirausahawan Muda

Nah, sebelum terpengaruh dengan berbagai mitos dan bujuk rayu produsen obat jerawat ada baiknya kita mengenal lebih dalam mengenai jerawat. Seperti dikutip dari Wikipedia, jerawat alias acne merupakan kondisi abnormal kulit akibat gangguan berlebihan produksi kelenjar minyak (sebaceous gland) yang menyebabkan penyumbatan saluran folikel rambut dan pori-pori kulit.

Selain wajah, kelenjar minyak juga banyak terdapat di dada, punggung dan bagian atas lengan. Dermatologist dan kosmetikomedis klinik Be Hati, dr Khoirul Hadi SpKK menambahkan, aktivitas berlebihan dari kelenjar minyak sangat dipengaruhi oleh peningkatan hormonal. “Remaja yang puber, wanita menstruasi dan hamil biasanya mengalami peningkatan hormonal. Nah, hal ini berpotensi meningkatkan kerja kelenjar minyak sehingga terjadi penyumbatan dan muncul jerawat.”

Ditilik dari bentuknya, jerawat dibedakan menjadi beberapa jenis. Komedo whiteheads boleh dikategorikan sebagai jerawat dalam bentuk paling sederhana. Bila sumbatan membesar, maka terbentuklah komedo blackheads. Komedo seperti ini jadi sarang yang nyaman bagi bakteri jerawat untuk berkembang biak hingga timbul peradangan, ditandai dengan benjolan dan warna kemerahan pada bagian yang tersumbat.

Banyak faktor yang memicu datangnya jerawat. Stres, gangguan hormonal, polusi, iklim, obat, pola makan yang tidak sehat dan kosmetik bisa jadi pemicu. Menurut dr Arie Kusumawardani SpKK dari RS Kasih Ibu, saat seseorang stres, produksi hormon tubuh akan meningkat. Hal ini akan mengakibatkan kerja kelenjar minyak lebih aktif sehingga menyumbat pori. Ditambah polusi dan kebiasaan malas membersihkan tubuh, maka jangan heran apabila jerawat tumbuh subur.

Ekspedisi Energi 2022

Penggunaan kosmetik yang tidak cocok juga bisa jadi pemicu. Biasanya, kata Arie, kosmetik yang memiliki kandungan minyak tinggi berpotensi menyebabkan jerawat. Karena itu, pasien dengan gangguan jerawat yang parah disarankan untuk tidak memakai kosmetik berminyak tinggi seperti bedak padat. Bahkan, dr Andriana Dwi Yulianti dari Mellisa Hair and Beauty Clinic menyarankan pemakaian pelembab berbahan dasar air untuk meminimalisasi munculnya jerawat, terutama bagi pasien dengan karakter kulit berminyak. “Pelembab berbahan dasar air lebih aman,” tegas dia.

Lalu bagaimana dengan makanan pemicu jerawat? Untuk hal yang satu ini, ketiganya kompak menjelaskan bahwa hal itu masih kerap jadi perdebatan. Pasalnya, sejauh ini belum ada penelitian yang bisa membuktikan pengaruh langsung makanan, seperti cokelat dan kacang-kacangan terhadap munculnya jerawat. “Beberapa jenis makanan memang diketahui dapat dikonversi oleh tubuh menjadi zat yang dapat memicu peningkatan produksi hormon tertentu seperti androgen. Nah, peningkatan hormon inilah yang bakal jadi ‘pupuk’bagi jerawat,” terang dr Khoirul.

Oleh: Fetty Permatasari, Esmasari Widyaningtyas



Kata Kunci : Jerawat
Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
Promo & Events
Berita Terkini
Indeks Berita

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago