Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

Jembatan Sasak Sukoharjo Rusak Diterjang Hujan, Perbaikan Tunggu Air Surut

Jembatan sasak pertama di Desa Gadingan, Kecamatan Mojolaban, Sukoharjo rusak karena diterjang hujan, Kamis (6/10/2022).
SHARE
Jembatan Sasak Sukoharjo Rusak Diterjang Hujan, Perbaikan Tunggu Air Surut
SOLOPOS.COM - Kondisi jembatan sasak di Desa Gadingan, Mojolaban, Sukoharjo, Jumat (7/10/2022). (Solopos.com/Tiara Surya Madani).

Solopos.com, SUKOHARJO — Jembatan sasak pertama yakni di Gadingan, Mojolaban, Sukoharjo, yang menghubungkan dengan jembatan Beton di Kampung Sewu, Kecamatan Jebres, Solo, rusak akibat diterjang hujan deras, Kamis (6/10/2022) sore.

Berdasarkan pantauan Solopos.com, kondisi lantai jembatan masih utuh di sisi kanan. Di sisi kiri sedikit mengalami kerusakan, namun keduanya sudsh tidsk memiliki pagsr pengaman di sebelah kiri maupun kanan.

PromosiTokopedia Card Jadi Kartu Kredit Terbaik Versi The Asian Banker Awards 2022

Terlihat bambu berserakan di sekitar lokasi. Debit air Sungai Bengawan Solo lebih tinggi dan deras dari biasanya akibat hujan terjadi Kamis. Jika diperkirakan, kondisi jembatan tinggal 50%.

Saat sampai di lokasi, beberapa pengendara belum mengetahui jembatan ditutup, sehingga harus memutar melewati jalur alternatif lain.

Pengelola, Bagong, Jumat (7/10/2022), mengatakan kondisi saat ini sebenarnya masih bisa digunakan untuk pejalan kaki, namun ia tidak berani membuka akses dengan antisipasi pengguna membludak.

Baca juga: Pembangunan Jembatan Sasak Ketiga di Plumbon Sukoharjo Berlanjut

Setelah hujan, para pengelola jembatan sasak langsung bergerak untuk mencabut pondasi bambu yang menamcap di dasar sungai agar tidak menahan sampah dari aliran atas, sehingga jembatan tidak terbawa arus.

“Saat ini tidak bisa dilalui motor karena arusnya tinggi, dan konstruksi rusak, pejalan kaki sebenanrya bisa, namun daripada menelan korban ditutup sementara,” kata Bagong.

Ia beralasan jika tetap dibuka dapat menelan korban, sehingga membutuhkan banyak orang untuk mengevakuasi. Kenaikan air saat hujan yang terjadi sore sebelumnya hingga dua meter.

Ia mengatakan akan memperbaiki jembatan ketika tinggi muka air (TMA) Sungai Bengawan Solo sudah turun. Sebelumnya jembatan tersebut juga telah ditutup Sabtu (1/10/2022) hingga Minggu (2/10/2022) siang.

Warga setempat yang mengaku pengelola, Hala, mengatakan belum tahu kapan akan membuka kembali jembatan.

Baca juga: DPUPR Solo: Konstruksi Jembatan Sasak Beton-Gadingan Sangat Jauh dari Layak

“Untuk buka lagi pastinya kapan, masih belum tau, lihat arusnya dulu naik turunnya gimana,” ujarnya saat diwawancarai Solopos.com, Minggu.

Hala mengungkapkan pengelola rugi cukup besar saat jembatan sasak itu ditutup.



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Part of Solopos.com
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode