Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

Jembatan Sasak Sukoharjo Mulai Bisa Dilewati 2 Lajur, Antrean Lebih Longgar

Jembatan sasak yang berada di antara Kota Solo dan Kabupaten Sukoharjo mulai bisa dilewati dua lajur per Selasa, (27/9/2022) pagi.
SHARE
Jembatan Sasak Sukoharjo Mulai Bisa Dilewati 2 Lajur, Antrean Lebih Longgar
SOLOPOS.COM - Jembatan sasak sudah bisa dilalui dua lajur, pihak pengelola selalu mengganti sasak yang rusak. Selasa (27/9/2022). (Solopos.com/Tiara Surya Madani).

Solopos.com, SUKOHARJO — Pengelola jembatan sasak di Gadingan, Mojolaban, Sukoharjo, mulai mengoperasikan jembatan baru atau dua lajur per Selasa (27/9/2022) pagi.

Sebelumnya, pengelola mengebut pembuatan lajur baru setelah melihat ribuan pengguna jalan yang ingin mencari jalur pintas tersebut pascapenutupan Jembatan Mojo karena ada perbaikan, Senin (26/9/2022).

PromosiAngkringan Omah Semar Solo: Spot Nongkrong Unik Punya Menu Wedang Jokowi

Salah satu pengelola jembatan sasak, Hala, membenarkan banyaknya penyeberang membuat pengelola mengebut pembuatan jembatan sasak baru untuk lajur baru.

Lajur baru jembatan sasak di Gadingan, Mojolaban, Sukoharjo, sudah mulai bisa dilewati sejak Selasa (27/9/2022) pagi. Dengan adanya dua lajur, penyeberang bisa melintasi jembatan secara bergantian sehingga antrean lebih longgar.

Dalam membuat dua jembatan sasak, Hala mengaku menghabiskan dana sebesar Rp30 juta rupiah. “Dua jembatan Rp30 juta, karena yang mahal drum plastiknya,” kata Hala.

Baca juga: Ramai Pol! Pengelola Jembatan Sasak Bengawan Solo Raup hingga Rp8 Juta Sehari

Satu tong atau drum dia beli seharga Rp300.000. Untuk dua jembatan, Hala mengaku harus menggunakan kurang lebih 60 buah. Tong drum berfungsi membuat jembatan dari bambu tersebut mengapung.

Sebelumnya, Hala, mengaku menyeberangkan ribuan pelanggan dalam sehari setelah penutupan total Jembatan Mojo Senin lalu.

Pengelola tidak bisa memprediksi berapa kendaraan yang lewat. Namun ia mengatakan kendaraan ramai saat pagi dan sore hari saat jam pulang pekerja dan anak sekolah.

Demi mengantisipasi kepadatan yang terjadi pada Senin lalu, Hala mengatakan memberlakukan sistem buka tutup pada kedua sisi jembatan. “Kalau dari sini [Sukoharjo] lewat, dari Sana [Solo], ditutup dulu. Kalau sudah terurai baru dibuka,” lanjut Hala.

Pada Senin (26/9/2022) lalu volume kendaraan mulai padat pada pukul 14.00 WIB karena masih menggunakan satu lajur. Berdasarkan pantauan Solopos.com, Selasa, pengelola mulai buka dua lajur jembatan.

Baca juga: ROUND UP: Jembatan Jurug C Terlalu Sempit hingga Kades Berjo Mangkir di Kejari

Salah satu sisi jembatan sasak sudah dilengkapi dengan pelampung dan ban sebagai pertolongan darurat jika ada pengguna yang terjatuh. Namun Hala mengatakan, sampai sekarang kejadian tersebut belum ada.

Warga Sukoharjo pengguna jembatan sasak, Ayom Sari, mengaku sudah mengetahui jembatan sudah dari dulu, karena sebelumnya Jembatan Mojo pernah dalam perbaikan.

“Sudah dari dulu, tahunya sebelumnya Jembatan Mojo pernah dibangun dulu. Alternatif paling dekat di sini [jembatan sasak] sama Telukan,” kata Ayom.

Ayom mengatakan, mau tidak mau harus menggunakan jembatan sasak karena jarak tempuh lebih dekat.”Mau enggak mau harus lewat sini [jembatan sasak]. Saya warga Plumbon, Mojolaban, kerja di Semanggi, Solo. Anak saya sekolah di Semanggi juga,” lanjut Ayom.

Ayom hanya menempuh 20 menit ketika lewat jembatan sasak. “Kalau lewat Telukan bisa sampai 30 menit, harus memutar jauh. Kalau di sini nyidat [jalan pintas],” lanjut Ayom.

Baca juga: Ngeri-Ngeri Sedap! Sudah Pernah Lewat Jembatan Sasak Bengawan Solo Sewu-Mojolaban?



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Part of Solopos.com
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode