Jembatan Nambangan Wonogiri Masih Layak Tapi Dibongkar, Ini Alasannya

Jembatan Nambangan Wonogiri direnovasi agar bisa diakses transportasi.
Jembatan Nambangan Wonogiri Masih Layak Tapi Dibongkar, Ini Alasannya
SOLOPOS.COM - Pekerja bekerja di proyek jembatan lama Nambangan, Selogiri, Wonogiri, Minggu (4/10/2020). Proyek pembongkaran konstruksi dimulai Jumat pekan lalu. (Solopos/Rudi Hartono)

Solopos.com, WONOGIRI — Jembatan lama Nambangan, Selogiri, Wonogi dinilai masih layak pakai. Namun, jembatan penghubung Nambangan-Nguter, Sukoharjo itu tetap dibongkar dan diganti dengan struktur baru, tahun ini, karena faktor aksesilibitas transportasi.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, Minggu (4/10/2020), jembatan lama Nambangan selesai dibangun Desember 2005 oleh Pemerintah Provinsi atau Pemprov Jawa Tengah. Informasi itu tertulis di plakat yang terdapat di buk jembatan. Artinya, jembatan yang juga dinamai jembatan Nguter lama itu kini berusia hampir 15 tahun. Menurut data yang diperoleh dari sejumlah sumber menyebut usia jembatan standar minimal 50 tahun.

Catat dan Praktikkan, Ini 8 Tips Agar Ponsel Tidak Cepat Panas

Proyek pembongkaran dan penggantian jembatan dimulai Jumat (2/10/2020) lalu. Pekerja membongkar struktur jembatan bagian alas jalan menggunakan alat berat seperti ekskavator. Pekerja lainnya mengambil lempeng besi yang sudah terangkat. Aktivitas itu menjadi tontonan warga sekitar, baik warga di sisi Nguter maupun di sisi Nambangan.

Warga sekitar menginformasikan, jembatan yang berangka baja Australia dengan bentang 105 meter dan lebar 4 meter termasuk trotoar (lebar efektif 3 meter) itu sebenarnya dalam kondisi baik. Seingat mereka usia jembatan tersebut belum mencapai 20 tahun. Kendati usia jembatan tergolong belum tua, tetapi warga mendukung jembatan itu dibongkar dan diganti struktur baru.

Pasalnya, jembatan saat ini sudah tidak memadai untuk lalu lintas kendaraan roda empat dari dua arah secara bersamaan. Mobil dari dua arah yang akan melintas harus ada yang mengalah agar tidak terjebak di tengah jembatan. Pasalnya, lebar jalan jembatan tidak memungkinkan untuk simpangan mobil dari dua arah.

Belum Tua

Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Wonogiri, Didik Sudarmaji, mengonfirmasi jembatan lama Nambangan dibangun 2005. Dia juga menilai jembatan itu tergolong belum berusia tua. Namun, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui Satuan Kerja Pelaksana Jalan Nasional Wilayah III Jawa Tengah, Balai Besar PJN Jawa Tengah-DIY menggelar proyek bukan karena pertimbangan tersebut.

Pihak bersangkutan melaksanakan proyek karena faktor aksesibilitas lalu lintas kendaraan. Jembatan lama Nambangan kini tak dapat mengakomodasi mobil yang melintas dari dua arah secara bersamaan.

Pedagang Pasar Gede Solo Sambat Listrik Byar Pet Hingga 15 Kali Sehari

“Jembatan tidak bisa buat simpangan mobil dari dua arah, karena lebar jalan hanya 3 meter. Menurut warga sering ada mobil terjebak di tengah jembatan karena tidak ada yang mau mengalah. Akibatnya pengemudi cekcok mulut. Warga sering menyaksikan kejadian itu,” kata Didik saat dihubungi Solopos.com, Minggu.

Dia menjelaskan, dahulu pihak terkait membangun jembatan lama Nambangan pada 2005 sama dengan ukuran konstruksi jembatan sebelumnya. Pasalnya, saat itu jembatan tidak digunakan untuk lalu lintas mobil mengingat jembatan itu merupakan jalan alternatif. Seiring perkembangan zaman jembatan dilewati mobil, padahal lebar jalan sempit. Kemudian warga menyampaikan aspirasi agar jembatan dengan jembatan baru yang lebih lebar.

Berita Terkait
    Promo & Events
    Berita Terkini
    Indeks Berita

    Apa yang ingin anda baca?

    :
    :
    Night Mode
    Notifications
    Support
    Privacy
    PasswordUpdated 15 days ago