Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

Jembatan Mojo Solo Direhab, Pilihannya Macet atau Memutar Sejauh 8 Km

Pengendara harus memutar sejauh 8 km dari Solo ke Mojolaban maupun sebalikanya jika tidak ingin terjebak macet saat Jembatan Mojo direhab.
SHARE
Jembatan Mojo Solo Direhab, Pilihannya Macet atau Memutar Sejauh 8 Km
SOLOPOS.COM - Pengendara kendaraan bermotor melintasi Jembatan Mojo, Solo, Rabu (18/5/2022). (Solopos/Nicolous Irawan)

Solopos.com, SOLO — Warga yang tinggal di wilayah Kecamatan Pasar Kliwon, Solo, kebingungan mencari jalur alternatif menuju Mojolaban, Sukoharjo, saat Jembatan Mojo direhab. Meski tidak sampai berdampak pada penutupan total, potensi kemacetan tetap ada karena hanya satu lajur secara bergiliran yang bisa dilewati kendaraan.

Itu pun hanya kendaraan kecil seperti sepeda motor yang bisa melintas. Sedangkan kendaraan besar harus mencari jalur alternatif. Mereka harus memutar arah melewati wilayah Polokarto, Kabupaten Sukoharjo, sejauh lebih dari delapan kilometer yang berimbas membengkaknya biaya bahan bakar minyak (BBM).

PromosiNimo Highland, Wisata Hits di Bandung yang Mirip Santorini Yunani

Proyek perbaikan Jembatan Mojo akan dikerjakan mulai Agustus, diawali dengan  pengencangan baut di kerangka dan fondasi Jembatan Mojo pada pekan ini. Jembatan Mojo merupakan akses utama yang menjadi urat nadi perekonomian wilayah Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Solo dan Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo.

Banyak warga Kecamatan Pasar Kliwon, Solo, yang beraktivitas sehari-hari di Mojolaban, Sukoharjo. Begitu pula, warga khususnya perajin karak di Desa Gadingan hampir saban hari menuju Kota Bengawan untuk bekerja dan memasok barang dagangan.

“Kami bingung harus lewat mana jika Jembatan Mojo direhab dan ditutup. Jalan satu-satunya ke Mojolaban, yang paling dekat lewat Jembatan Mojo. Jika jembatan ditutup selama beberapa bulan, tetap saja membikin bingung masyarakat,” kata seorang warga Kelurahan Mojo, Andriyanto, saat berbincang dengan Solopos.com, Jumat (12/8/2022).

Baca Juga: Siap-Siap! Rehab Jembatan Mojo Solo Sudah Masuk Tahap Awal Lur

Andri, sapaan akrabnya, mengatakan pengguna jalan bisa melewati jalur alternatif melewati Jl Ciu menuju Bekonang, Mojolaban. Para pengguna jalan harus memutar lebih dari delapan kilometer apabila melewati jalur alternatif menuju Mojolaban. Artinya, para pengguna jalan harus mengeluarkan kocek lebih untuk membeli BBM selama proses rehab Jembatan Mojo, Solo.

Biaya BBM Membengkak

Cost pembelian BBM pasti membengkak jika melewati Jl Ciu, Polokarto, karena harus memutar. Satu hari bisa bertambah satu liter BBM. Jika dikalikan sebulan sudah ratusan ribu rupiah. Harus lewat mana jika jembatan ditutup. Pemerintah harus memberikan solusi kepada masyarakat selama pengerjaan perbaikan jembatan,” paparnya.

Senada, warga Kelurahan Sangkrah, Solo, Anindito, juga khawatir akan kesulitan untuk menuju Mojolaban selama Jembatan Mojo direhab. Anindito mengaku sebagian besar kerabat keluarganya tinggal di wilayah Mojolaban, Sukoharjo.

Baca Juga: Banyak Proyek Bikin Solo Terancam Macet Parah, Ini Saran Para Ahli

Dia sering mengantar dan menjemput istri dan anaknya saat menginap di rumah kerabat keluarganya. “Saya berharap jembatan tidak ditutup total. Separuh ruas jalan bisa dilewati pengguna jalan. Lumayan jauh jika melewati Jl Ciu dan Polokarto. Mudah-mudahan, masyarakat tetap diberi akses untuk menyeberangi Sungai Bengawan Solo,” imbuhnya.

Sebelumnya, Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga DPUPR Solo, Joko Supriyanto, mengatakan pengencangan baut di kerangka dan fondasi jembatan merupakan tahap awal dari perbaikan jembatan. Hal ini untuk memastikan baut kerangka jembatan berfungsi secara maksimal.

“Ada pekerjaan pengencangan baut kerangka dan fondasi jembatan. Petugas mengecek kondisi baut di setiap sisi di jembatan. Apakah ada yang terlepas atau kendur. Nah, ini harus dikencangkan kembali sebelum pekerjaan perbaikan jembatan dimulai,” katanya.

Baca Juga: Penutupan Simpang Joglo-Viaduk Gilingan Solo, Warga: Terus Lewat Mana?

Sedangkan mengenai penutupan jembatan, dalam wawancara dengan Solopos.com, Februari lalu, Joko mengatakan rehab Jembatan Mojo, Solo, tidak akan sampai menutup seluruh ruas jalan jembatan. Rehab jembatan itu menggunakan metode ortotropik.

Pelat jembatan diganti per sisi sehingga hanya perlu menutup separuh jalan jembatan. Sisi jalan yang terbuka bisa dilewati kendaraan tapi bukan kendaraan besar.



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Part of Solopos.com
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode