top ear
Warga dan pedagang memadati area jembatan JLK Wonogiri ruas Pare, Selogiri, Wonogiri, Minggu (16/2/2020) pagi. (Solopos/Rudi Hartono)
  • SOLOPOS.COM
    Warga dan pedagang memadati area jembatan JLK Wonogiri ruas Pare, Selogiri, Wonogiri, Minggu (16/2/2020) pagi. (Solopos/Rudi Hartono)

Jembatan JLK di Selogiri Wonogiri Jadi Objek Wisata Dadakan, Berkah Atau Bahaya?

Jembatan di JLK ruas Pare, Selogiri, Wonogiri, jadi objek wisata dadakan.
Diterbitkan Senin, 17/02/2020 - 06:00 WIB
oleh Solopos.com/Rudi Hartono
3 menit baca

Solopos.com, WONOGIRI -- Jembatan di Jalan Lingkar Kota (JLK) Wonogiri ruas Pare, Selogiri, Wonogiri, jadi objek wisata dadakan setelah selesai dibangun akhir 2019 lalu.

Warga kerap memadati kawasan jembatan itu pada akhir pekan. Mereka berfoto di jembatan yang dilengkapi aksesori lengkungan berstruktur besi berukuran besar.

Banyaknya "wisatawan" itu menjadi daya tarik juga bagi para pedagang. Mereka menggelar lapak dari meja dengan payung dan menjual aneka jajanan di kedua tepi jalan sekitar jembatan.

Ngemal Lagi! Jokowi Main Bareng Jan Ethes di Hartono Mall Sukoharjo

Kondisi itu menjadi masalah karena JLK sejatinya bukan tempat wisata melainkan jalur angkutan berat. Keramaian warga dapat mengganggu lalu lintas.

Selain itu, warga bisa saja tertabrak kendaraan jika JLK sudah resmi dibuka untuk angkutan berat.

Bupati Wonogiri Joko Sutopo berencana meresmikan jembatan yang akan diberi nama Jembatan Nusantara itu pada Senin (17/2/2020).

Mogok Saat Lintasi Rel, Honda Jazz Terhantam KA di Perlintasan Kalijambe Sragen

Pantauan Solopos.com di lokasi, Minggu (16/2/2020), warga memenuhi badan JLK sisi utara hingga selatan jembatan. Mereka sekadar berjalan-jalan dan berswafoto atau selfie di jembatan.

Para pedagang yang mayoritas menggunakan sepeda motor menjajakan dagangan di bahu jalan sisi kanan dan kiri. Warga banyak yang membelinya.

Kondisi itu membuat kendaraan yang melintas harus melaju pelan-pelan. Salah satu pedagang makanan, Dewi, mengatakan jembatan JLK ramai setiap akhir pekan, yakni Sabtu sore dan Minggu pagi.

Sakit Dan Ditinggal Istri, Warga Baki Sukoharjo Gantung Diri

Setiap sore pun selalu saja ada warga yang datang ke jembatan. Mereka berswafoto atau foto kelompok dengan latar jembatan yang dinilai menarik lantaran terdapat lengkungan berstruktur besi.

Jembatan itu diyakini menjadi jembatan terindah di Wonogiri. Tak sedikit pula warga yang berfoto dengan latar pemandangan perbukitan.

Karenanya warga setempat menyebut jembatan di Dusun Serut-Dusun Tangkluk, Pare, tersebut dengan nama jembatan selfie.

Tak Ada Asap Rokok dan Desak-Desakan di Tribun Stadion Manahan Solo

“Menurut saya jembatannya biasa saja sebenarnya. Tapi enggak tahu kenapa orang-orang ke sini. Semakin ramai setelah viral di medsos. Karena banyak orang ya lumrah pedagang ke sini, termasuk saya,” kata Dewi.

Warga Desa Keloran, Selogiri, itu berpendapat jembatan membawa berkah bagi pedagang. Namun, dia tak memungkiri keberadaan warga dan pedagang mengganggu lalu lintas.

Diresmikan! Loko Uap Kuno D1410 Siap Layani Wisatawan Solo hingga Wonogiri

Dewi meyakini kondisi ini hanya terjadi selama JLK belum dibuka resmi untuk perlintasan angkutan berat.

“Nanti kalau angkutan berat lewat kan malah membahayakan jiwa. Paling ramainya saat-saat ini saja,” imbuh Dewi.

Salah satu pengunjung, Ibrahim, warga Purwosari, Kecamatan Wonogiri, mengaku berkunjung ke jembatan bersama keluarga dan saudara karena penasaran.

Warga Sragen Sudah Tangkap 7 Ular Piton, Terakhir Dijual Rp40.000/Meter

Dia mengaku tak heran banyak warga yang berkunjung mengingat jembatannya cukup indah. Dia meragukan jembatan akan tetap ramai pengunjung jika JLK sudah dibuka untuk angkutan berat.

Kabid Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Wonogiri, Tri Haryono, sudah memberi pemahaman agar pedagang dan warga tidak memadati jembatan jika JLK sudah dibuka untuk angkutan berat.

Belum Sebulan Jadi Jalur Pengalihan Arus Flyover Purwosari Solo, Jalan Tugu Lilin Rusak Parah

Keselamatan warga bisa terancam jika tetap nekat di beraktivitas jembatan. Sementara ini Dishub tak mempermasalahkan selama kendaraan tetap bisa lewat.

“Kalau angkutan berat sudah lewat dan masih ada warga dan pedagang di jembatan dan sekitarnya, kami akan meminta Satpol PP menertibkan,” ucap Tri.

Editor : Profile Suharsih
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com

Properti Solo & Jogja

Iklan Baris

berita terkait