Jembatan Dibangun di Lemahbang Wonogiri Agar Pelajar Mudah ke Sekolah

Jembatan itu dibangun di kawasan sungai yang menghubungkan Dusun Lemahbang dengan Dusun Sambeng, Desa Lemahbang.
Jembatan Dibangun di Lemahbang Wonogiri Agar Pelajar Mudah ke Sekolah

Solopos.com, WONOGIRI — Program Tentara Manunggal Membangun Desa atau TMMD Sengkuyung tahap III 2021 dilaksanakan dengan membangun jembatan di Desa Lemahbang, Kecamatan Kismantoro, Kabupaten Wonogiri.

Pada Rabu (15/9/2021), dilaksanakan Upacara Pembukaan TMMD Sengkuyung Tahap III 2021 Kodim 0728/Wonogiri di Ruang Khayangan, Sekretariat Daerah (Setda) Kabupatan Wonogiri. Kali ini menyosong tema TMMD Wujud Sinergi Membangun Negeri.

Kepala Desa Lemahbang, Sugito, mengatakan jembatan itu dibangun di kawasan sungai yang menghubungkan Dusun Lemahbang dengan Dusun Sambeng, Desa Lemahbang. Jembatan itu diharapkan mampu memberi manfaat di sektor pendidikan dan ekonomi.

Baca juga: Cerita Chintya Alami Kontraksi Saat Tes P3K Wonogiri: Sempat Ragu karena Sudah Pembukaan Satu

Sebelum ada jembatan, kata dia, anak atau pelajar SD dari Dusun Sambeng yang akan ke sekolah di Lemahbang harus jalan kaki menyeberangi sungai. Saat musim hujan, jalan itu tidak bisa dilalui karena luapan air.

Sehingga, saat musim penghujan para pelajar harus melewati jalan lain atau memutar sejauh 1,5 kilometer yang masih satu wilayah desa. Untuk diketahui, para pelajar SD di Dusun Sambeng bersekolah di SDN 1 Lemahbang dan SDN 2 Lemahbang.

“Sudah ada jalan, tapi hanya bisa untuk sepeda motor. Bisa dilalui saat air surut atau kemarau saja, musim hujan tidak bisa. Itu sungai besar, satu-satunya di Lemahbang, namanya Sungai Nglarangan,” kata dia di Setda Wonogiri, Rabu.

Baca juga: Cerita Korban Arisan Online Wonogiri: Awalnya Untung Terus, Lalu Mbledos

Selain sektor pendidikan, jembatan itu juga berdampak positif di bidang ekonomi. Petani di sana mengangkut hasil panen pertanian menggunakan sepeda motor melalui sungai. Bahkan, sebagian masih jalan kaki dengan cara digendong atau dipikul.

“Kalau hujan ya mereka tidak bisa lewat jalan itu. Dengan jembatan nanti, mereka bisa lancar mengangkut hasil pertanian, baik musim hujan maupun musim kemarau. Jadi lebih cepat,” ungkap dia.

Pembangunan Mencapai 40%

Selain fisik, kegiatan nonfisik yang dilakukan pada TMMD di Lemahbang yakni pengarahan wawasan kebangsaan, penanggulangan stunting dan keguguran. Dan masih akan diupayakan penyuluhan lalu lintas, pelayanan administrasi Disdukcapil dan pajak kendaraan bermotor dari Samsat.

Baca juga: Wonogiri akan Gelar Seleksi Perangkat Desa, Seperti Ini Aturan Mainnya

Ia mengatakan, jembatan itu mempunyai panjang 18 meter, sepanjang 15 meter cor beton dan tiga meter cor melengkung. Sedangkan lebar dan tinggi jembatan empat meter. Saat ini progres pembangunan mencapai 40%. Karena sudah dilakukan pra TMMD sejak 23 Agustus 2021.

Lebih jauh Sugito menjelaskan, ada dua warganya yang secara sukarela menghibahkan tanahnya agar bisa dilalui setelah pembangunan jembatan selesai. Warga menghibahkan tanah yakni Sardi, dengan luas tanah sekitar 70 meter dan Samidi, sekitar 45 meter. Keduanya warga Dusun Sambeng RT 002/RW 005.

“Gotong-royong warga luar biasa. Selain ikut membangun, lalau siang menyediakan makan, pagi dan sore memberi snack. Itu bentuk antusias atas keinginan masyarakat yang mendambakan jembatan itu sejak lama,” kata Sugito.

Baca juga: Jos! 18.300 Warga Wonogiri Divaksin Covid-19 Dalam Sehari

Wakil Bupati Wonogiri, Setyo Sukarno, mengatakan anggaran pembangunan jambatan itu berasal dari Pemprov Jateng sebesar Rp251 juta, Pemkab Wonogiri Rp452 juta dan swadaya masyarakat Rp30 juta.

“Kegiatan ini bentuk sinergitas dan bersatunya aparatur pemerintah dan TNI dengan masyarakat. Semoga pengerjaan bisa dijalankan dengan sukses dan bisa dimanfaatkan serta bisa dipertanggungjawabkan hasilnya,” kata Setyo.


Promo & Events
Berita Terkait
    Berita Terkini
    Indeks Berita

    Apa yang ingin anda baca?

    :
    :
    Night Mode
    Notifications
    Support
    Privacy
    PasswordUpdated 15 days ago