Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

Jelang Perempat Final Inggris vs Prancis, Walker: Jangan Hanya Fokus Mbappe!

Jelang babak perempat final Piala Dunia 2022 Inggris vs Prancis, Kyle Walker mengatakan timnya tidak boleh terlalu fokus mengawal Kylian Mbappe.
SHARE
Jelang Perempat Final Inggris vs Prancis, Walker: Jangan Hanya Fokus Mbappe!
SOLOPOS.COM - Kylian Mbappe punya peluang menjadi top skor Piala Dunia 2022, salah satu syaratnya Prancis terus melaju jauh sehingga Mbappe punya kans menambah jumlah golnya. (Twitter/@KMbappe)

Solopos.com, JAKARTA—Jelang babak perempat final Piala Dunia 2022 Inggris vs Prancis, Kyle Walker mengatakan timnya tidak boleh terlalu fokus mengawal Kylian Mbappe. Menurut dia sepak bola adalah olahraga koletif.

Walker, yang bermain sebagai bek kanan Inggris, akan sering berhadapan dengan Mbappe, yang menjadi pencetak gol terbanyak di Qatar sejauh ini dengan lima gol.

PromosiMesin Baru di Mitsubishi L300 Euro 4: Lebih Bertenaga, Hemat Bahan Bakar

“Saya tahu dia adalah pemain top tapi kami tidak bermain tenis. Ini bukan olahraga solo, ini adalah olahraga tim,” kata bek Manchester City itu.

Kuis Solopos - Seru-seruan Asah Otak

Baca Juga: Tim Juara Raih Rp656 Miliar, Ini Perincian Hadiah Piala Dunia 2022

“Kami tahu dia pemain yang sangat hebat dan itulah kenapa dia menjadi fokus dari semua perhatian. Tapi jangan lupakan [Olivier] Giroud, yang mencetak begitu banyak gol, [Ousmane] Dembele, bagi saya sama baiknya di sisi sayap yang lain.”

Walker telah merasakan bagaimana melawan Mbappe untuk Manchester City pada Liga Champions dan pelajaran yang ia ambil adalah jangan terlalu fokus kepada pemain berusia 23 tahun itu.

“Ketika kami melawan Paris Saint-Germain di Liga Champions, kami tidak memikirkan Mbappe saja dan itu akan menjadi hal yang sama pada Sabtu,” kata dia. “Benar, dia adalah pemain andalan, dan yang sangat bagus, tapi Anda tidak boleh meremehkan para pemain lainnya.”

Baca Juga: 3 Duel Kunci Inggris vs Prancis di Perempat Final Piala Dunia 2022

Walker menjadi kunci pertahanan Inggris dengan gaya bertahan yang ortodoks di kanan dari empat bek timnya di turnamen. Walker juga mampu memainkan tugasnya ketika sang pelatih memasang tiga pemain bertahan.

Meskipun memiliki kecepatan, Walker tidak terlalu sering berpetualang di sisi sayap. “Saya tidak terlalu menyerang ke depan seperti ketika saya bermain untuk Tottenham sebagai bek kanan,” kata dia. “Ini lebih ke soal membaca pertandingan, lawan, formasi yang diinginkan manajer dan beradaptasi dengan itu.”

Walker juga dibuat sedikit kesal menanggapi pertanyaan awak media soal Mbappe dan bagaimana Inggris melakukan konfrontasi kepadanya.

Baca Juga: Generasi Emas Belgia Habis, Eden Hazard Putuskan Pensiun

“Pertandingan ini bukan Inggrs vs Mbappe, ini Inggris vs Prancis,” kata dia. “Kami akan menghormatinya tapi saya tidak akan membuka jalan baginya untuk mencetak gol. Ini babak penentuan, apabila kami kalah kami pulang,” kata pemain berusia 32 tahun itu.

“Saya paham apa yang perlu saya lakukan dan itu adalah menghentikan dia. Mungkin lebih mudah dikatakan daripada dilakukan tapi saya tidak meremehkan kemampuan saya sendiri.

“Saya telah berjumpa dengan banyak pemain hebat jadi saya akan menyikapinya sebagai suatu pertandingan lainnya dengan mereka.”

Baca Juga: Gagal di Piala Dunia 2022, Jerman Tetap Pertahankan Pelatih Hansi Flick

Walker mengatakan skuat asuhan Gareth Southgate telah menimba pengalaman berharga pada beberapa tahun belakangan ini, setelah mencapai semifinal Piala Dunia di Rusia 2018 dan final Euro 2020 tahun lalu, meski merasakan kualitas dari lawan-lawannya juga meningkat.

“Saya rasa tim ini kurang berpengalaman pada laga-laga besar,” kata dia. “Mungkin kami merobohkan beberapa tembok di Rusia, memenangi adu penalti [lawan Kolombia] dan hal seperti itu tapi kami masih kurang pengalaman,” kata Walker.

“Saya rasa kami lebih siap tapi saya rasa para pemain dari tim-tim lain, ketika Anda melihat Maroko misalnya, bagaimana apiknya mereka bermain melawan tim Spanyol yang sangat baik dan mendapatkan hasil yang mereka inginkan.

Baca Juga: Suporter Nyanyikan Kebencian, Kroasia Didenda Rp830 Juta

“Anda mendapati kejutan dari Jepang dan sebagainya. Saya rasa standar permainannya telah sedikit naik dari Rusia.”



Info Digital Tekno
Indeks
Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Info Perbankan
Indeks
Interaktif Solopos
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Kuis Solopos - Seru-seruan Asah Otak
      Emagz Solopos
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Interaktif Solopos
      Kuis Solopos - Seru-seruan Asah Otak
      Solopos Stories
      Part of Solopos.com
      ISSN BRIN
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode