top ear
Jalur Pendakian Gunung Sindoro Ditutup
  • SOLOPOS.COM
    Kawasan hutan Gunung Sindoro di perbatasan Kabupaten Temanggung dan Wonosobo, Jawa Tengah terbakar. (Antara-Anis Efizudin)

Jalur Pendakian Gunung Sindoro Ditutup

Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Kedu Utara, Perum Perhutani, menutup jalur pendakian Gunung Sindoro di perbatasan Kabupaten Temanggung dan Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah menyusul terjadinya kebakaran di gunung tersebut.
Diterbitkan Minggu, 9/09/2018 - 16:50 WIB
oleh Solopos.com/Newswire
2 mnt baca -

<p><strong>Semarangpos.com, TEMANGGUNG &mdash;</strong> Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Kedu Utara, Perum Perhutani, menutup jalur pendakian Gunung Sindoro di perbatasan Kabupaten Temanggung dan Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah menyusul terjadinya kebakaran di gunung tersebut.</p><p>Kaur Komunikasi Perum Perhutani KPH Kedu Utara, Herman di Temanggung, Sabtu (8/9/2018) malam, mengatakan untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran yang lebih parah dan keamanan pendaki gunung maka seluruh jalur pendakian Gunung Sindoro ditutup.</p><p>Ia mengatakan sesuai surat yang ditandatangani Wakil Administrasi KPH Kedu Utara Johni Andarhadi penutupan jalur pendakian Gunung Sindoro dilakukan mulai Sabtu sampai batas waktu yang akan ditentukan kemudian. "Pendakian Gunung Sindoro ditutup sampai kebakaran benar-benar padam dan aman untuk pendakian, karena seusai kebakaran kemungkinan masih ada bara yang perlu diwaspadai," katanya.</p><p>Ia menuturkan KPH Kedu Utara meminta para pengelola jalur pendakian Gunung Sindoro dan ketua lembaga masyarakat desa hutan (LMDH) wilayah Gunung Sindoro untuk segera melaporkan apabila terjadi kebakaran kepada petugas Perhutani setempat. "KPH Kedu Utara juga meminta mereka membantu menangani pengendalian kebakaran hutan," katanya.</p><p>Ia menuturkan kebakaran hutan di Gunung Sindoro terjadi di Bagian Kesatuan Pemangku Hutan (BKPH) Temanggung dan BKPH Wonosobo. "Kebakaran terjadi di Resor Pemangku Hutan Sigedang BKPH Wonosobo dan RPH Kwadungan BKPH Temanggung. Tanaman yang terbakar berupa alang-alang," katanya.</p><p>Ia menuturkan semua personel yang memadamkan api sejak Sabtu sore ditarik turun karena jika melakukan pemadaman pada malam hari dinilai terlampau berbahaya.</p><p><em><strong><a href="https://semarang.solopos.com/">KLIK</a> dan <a href="https://www.facebook.com/SemarangPos">LIKE</a> di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya</strong></em></p>


Editor : Rahmat Wibisono ,
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com
Kata Kunci :

berita terpopuler

Iklan Baris

berita terkini


Cek Berita Lainnya