[ X ] CLOSE

Jalan Lingkar Alun-Alun Klaten Bakal Dibikin Searah

Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Klaten, Suyatno, mengatakan rekayasa lalu lintas dilakukan berdasarkan usulan warga serta kondisi lalu lintas yang kerap macet.
Jalan Lingkar Alun-Alun Klaten Bakal Dibikin Searah
SOLOPOS.COM - Warga melintas di salah satu sisi jalan Alun-alun Klaten, Jumat (15/10/2021). Jalan keliling alun-alun bakal dibikin searah. (Solopos.com/Taufiq Sidik Prakoso)

Solopos.com, KLATEN–Rekayasa lalu lintas bakal diberlakukan pada sejumlah ruas jalan di Klaten. Salah satunya, jalan lingkar Alun-alun Klaten bakal dibikin searah.

Rekayasa lalu lintas itu dilakukan dari hasil rapat koordinasi Forum Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) pekan lalu. Rapat koordinasi itu diantaranya diikuti Dinas Perhubungan (Dishub), Satlantas Polres Klaten,  Bagian Hukum Setda Klaten, akademisi, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, serta Wakil Bupati Klaten, Yoga Hardaya.

Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Klaten, Suyatno, mengatakan rekayasa lalu lintas dilakukan berdasarkan usulan warga serta kondisi lalu lintas yang kerap macet. Ada empat usulan yang dibahas dalam rapat koordinasi tersebut.

Baca Juga: TMMD Hubungkan Jalan Desa Boyolali-Grobogan

Pertama, yakni ruas jalan dari simpang empat Krapyak hingga Jl. Seruni, Klasis, Kecamatan Klaten Selatan. Sekitar setahun terakhir, ruas jalan tersebut dibikin searah dari arah Polsek Kota ke Krapyak melawati perlintasan kereta api.

Dari hasil rapat koordinasi Forum LLAJ tersebut, ruas jalan bakal dibikin dua arah. Namun, dua arah itu hanya diberlakukan untuk jenis kendaraan bermotor roda dua.

“Semula kendaraan baik roda dua atau roda empat tidak boleh melintas di atas persimpangan dari arah Krapyak. Dari hasil forum, khusus kendaraan roda dua boleh melintasi rel dari arah Krapyak melintasi rel. Namun, untuk kendaraan roda empat tidak boleh,” kata Suyatno saat ditemui di Pemkab Klaten, Jumat (15/10/2021).

Baca Juga: Hebat! Film Karya Pelajar Klaten Masuk Nominasi Film Pendek Terbaik FFI

Rekayasa itu dilakukan dari hasil evaluasi jika pemberlakuan jalan searah pada ruas tersebut kerap membikin kemacetan. Penerapan rekayasa itu dilakukan setelah rambu dipasang.

Ruas jalan lain yang dilakukan rekayasa lalu lintas yakni di simpang empat Pengadilan Negeri Klaten, Kecamatan Klaten Utara. Selama ini ruas jalan di samping pengadilan kerap digunakan untuk lalu lintas truk galian C.

“Selama ini armada golongan C dari jalan raya Solo-Jogja dari arah Solo banyak yang belok ke kanan [melintas di samping Pengadilan Negeri]. Oleh warga diusulkan truk galian C dari Solo tidak boleh melintas ke ruas jalan itu [di samping Pengadilan Negeri] karena kondisi jalan sempit. Sehingga nanti semua armada truk galian C, meskipun kosong harus lewat Gondang semua,” jelas Suyatno.

Baca Juga: Bupati Wonogiri Izinkan Sekolah Tatap Muka Mulai 18 Oktober

Ruas jalan lain yang dilakukan rekayasa lalu lintas yakni di kawasan Alun-alun Klaten. Rencananya, ruas jalan lingkar, keliling Alun-alun Klaten bakal dibikin searah. Pertimbangannya, kondisi jalan lingkar alun-alun kerap macet dan semrawut terutama saat hari libur.

“Jalan di Alun-alun Klaten akan dibikin searah berlawanan jarum jam. Jadi satu arah itu dari Jl Pemuda belok kiri melewati jalan antara Taman Kota Klaten dan Alun-alun Klaten mengelilingi dan keluarnya ke Jl Pemuda lagi di samping Masjid Raya Klaten,” kata dia.

 

Dua Arah

Sementara, lalu lintas Jl. KS Tubun yang bersebelahan dengan Taman Kota Klaten bakal dibikin dua arah. Selama ini, ruas Jl. KS Tubun diberlakukan searah.

Baca Juga: Duh, DBD Renggut Nyawa Empat Bocah di Klaten

Suyatno mengatakan ada satu usulan lagi dari warga terkait pengaturan durasi traffic light di simpang empat DPD Golkar Klaten, Kecamatan Klaten Selatan agar dibikin tiga fase. Namun, usulan itu tak bisa disetujui lantaran justru bakal membikin kemacetan.

Lebih lanjut, Suyatno menjelaskan uji coba penerapan rekayasa lalu lintas di beberapa ruas jalan tersebut dilakukan setelah rambu-rambu dipasang. Ditargetkan, rambu dipasang pada Oktober ini.

“Setelah rambu terpasang kami segera uji coba dan sosialisasi selama sebulan,” jelas dia.

Baca Juga: TIM PKM UNS Solo Tawarkan Susu Sapi Ramah Pencernaan

Salah satu pedagang di Alun-alun Klaten, Sukiman, 66, menilai ruas jalan keliling Alun-alun Klaten tak perlu diberlakukan searah.

“Kalau pendapat saya netral seperti saat ini saja. Karena juga banyak yang berjualan di pinggir jalan. Kalau kondisinya macet itu pas akhir pekan saja,” kata dia.



Berita Terkait
    Promo & Events
    Ekspedisi Ekonomi Digital 2021
    Berita Terkini
    Indeks Berita

    Apa yang ingin anda baca?

    :
    :
    Night Mode
    Notifications
    Support
    Privacy
    PasswordUpdated 15 days ago