Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca

Jalan Kampung Tegalrejo Solo Dihiasi Lukisan 3D, Bisa Selfie Nih

Perlu waktu sepekan untuk menggambar 3D di jalan Kampung Tegalrejo sejauh 200 meter.
SHARE
Jalan Kampung Tegalrejo Solo Dihiasi Lukisan 3D, Bisa Selfie Nih
SOLOPOS.COM - Warga RT003/RW001 Kampung Tegalrejo, Laweyan, Solo, berswafoto di Jl. Parangkusumo 1 yang dihiasi dengan lukisan 3D, Minggu (23/8/2020) siang. (Solopos.com-Ichsan Kholif Rahman)

Solopos.com, SOLO -- Warga RT003/RW001 Tegalrejo, Sondakan, Laweyan, Solo, menghias jalanan kampung setempat dengan tujuan menjadikan kampung kecil di Kecamatan Laweyan itu menjadi destinasi wisata.

Berdasarkan pantauan solopos.com di Jl. Parangkusumo I Tegalrejo, Sondakan, bangunan kuno khas Kampung Batik Laweyan berdiri tegak dengan beberapa tambalan menutup setiap kerusakan.

PromosiDaihatsu Rocky, Mobil Harga Rp200 Jutaan Jadi Cuma Rp99.000

Seperti perkampungan di Laweyan lainnya, kampung Tegalrejo masih menyimpan sejumlah bangunan dengan desain arsitektur zaman dulu. Namun sedikit berbeda, aspal jalan sepanjang 200 meter di jalan kampung itu tampak berwarna-warni.

Polres Sukoharjo Kirim BB Pembunuhan Keluarga Suranto ke Labfor

Di ujung gapura Kampung Tegalrejo, lukisan batik 3D di aspal menyambut para pengunjung yang datang. Lalu, sisanya warga yang melintas seolah berada di pinggiran sungai dengan satwa-satwa air.

Penggambar lukisan itu, Aditya Ceasar, 20, warga Tegalrejo, RT003/001 Sondakan, Laweyan, Solo, mengatakan perlu waktu sepekan untuk menggambar di jalan sejauh 200 meter.

Menurutnya, lamanya waktu pengerjaan lukisan 3D dipengaruhi kondisi cuaca.

Papan Bicara Ajak Warga Boyolali Patuhi Protokol Kesehatan Covid-19

Jika hujan, ungkap dia, otomatis pengerjaan akan terhenti dan pewarnaan pun harus dimaksimalkan kembali.

"Konsep ini saya peroleh saat berselancar di dunia maya. Kalau gambar biasa terkesan kurang menarik jika di aspal, lalu saya kerjakan bersama warga dengan konsep 3D," papar dia saat ditemui Solopos.com di Laweyan, Minggu (23/8/2020) siang.

Batik Warisan Budaya Tetap Terjaga

Aditya mengatakan tidak ada filosofi khusus terkait gambar sungai itu. Namun, ia menekankan pada filosofi batik yang merupakan identitas Kampung Laweyan. Ia berharap batik sebagai warisan budaya Laweyan tetap terjaga di Sondakan.

Ketua RT 003/RW001 Tegalrejo, Slamet Widodo, mengatakan semula pengerjaan gambar 3D itu hanya sebagai persiapan menyambut HUT ke-75 Indonesia.

Namun, ia menginginkan pengerjaan menghias kampung dilakukan secara totalitas.

Tak Pakai Masker dengan Benar, Belasan Anggota Polres Sukoharjo Dihukum Push Up

Berbekal hasil swadaya warga kampung, RT003/RW001 Tegalrejo berhasil meraih juara kedua dalam Lomba Berseri Lingkunganku Kelurahan Sondakan.

"Setelah kampung dihias cantik seperti ini banyak warga yang datang untuk berswafoto. Untuk mengemas sebagai kampung wisata itu memang ada, tapi perlu proses," ujar dia.

Ia berharap dengan berhasil menjuarai lomba itu, para warga kampung semakin semangat untuk merawat kampung. Tidak menutup kemungkinan, Kampung Tegalrejo menjadi destinasi wisata dapat berpengaruh ke aspek lain bagi warga.



Berita Terkait
Indeks Berita
Berita Terpopular
Indeks Berita
Berita Lainnya
Indeks Berita
      Promo & Events
      Berita Terkini
      Indeks Berita
      Part of Solopos.com
      Punya akun? Silahkan login
      Daftar sekarang...
      Support - FaQ
      Privacy Policy
      Tentang Kami
      Kontak Kami
      Night Mode