top ear
Jalan kampung di Dukuh Ngledok, Gading, Tanon, Sragen, ditutup warga dengan pagar tembok. (Solopos.com-Moh. Khodiq Duhri)
  • SOLOPOS.COM
    Jalan kampung di Dukuh Ngledok, Gading, Tanon, Sragen, ditutup warga dengan pagar tembok. (Solopos.com-Moh. Khodiq Duhri)

Jalan Kampung di Tanon Sragen Ini Mendadak Ditutup Pagar Tembok

Penutupan jalan kampung dengan pagar tembok itu dilakukan warga yang mengklaim sebagai pemilik lahan jalan itu.
Diterbitkan Selasa, 4/08/2020 - 12:00 WIB
oleh Solopos.com/Muh Khodiq Duhri/Rohmah Ermawati
2 menit baca

Solopos.com, SRAGEN -- Ruas jalan kampung selebar tiga meter dan panjang 20 meter di Dukuh Ngledok, Desa Gading, Kecamatan Tanon, Sragen, ditutup oleh warga pemilik lahan dengan pagar tembok.

Wartawan Solopos.com, Moh. Khodiq Duhri, melaporkan jalan kampung ditutup pagar tembok itu dilakukan oleh keluarga Sonem, 60, warga Cengklik, Gading, Tanon, Sragen, yang mengklaim sebagai pemilik lahan jalan itu.

Penutupan sebagian ruas jalan kampung dengan pagar tembok di dua sisi dilakukan Senin (3/8/2020). Berdasarkan keterangan yang dihimpun di lokasi, jalan itu dulunya hanya berupa jalan setapak kemudian dibangun talut dan jalan pada 2019.

Lama Tak Muncul, Begini Kabar Terkini Politikus Senior Sragen Agus Fatchur Rahman

Sonem menuturkan pembangunan jalan yang memakan lahan milik keluarganya itu tanpa seizin pihaknya.

"Mbangun dalan niku mboten izin mboten ngenehi ngerti anake Mbah Saiman (orang tua Sonem). Langsung dibangun mboten nyukani ngerti. [membangun jalan itu tidak minta izin tak memberi tahu anaknya Mbah Saiman. Langsung dibangun tanpa memberi tahu]," jelas Sonem kepada wartawan di rumahnya, Selasa (4/8/2020).

Sonem mengakui jalan itu awalnya hanya jalan setapak tapi kemudian tahu-tahu dibangun tanpa izin dari pihaknya selaku pemilik lahan.

Pegawai Bank di Sragen Positif Covid-19, Diduga Tertular dari Nasabah

Ditanya soal alasan menutup jalan itu, Sonem menyatakan jika nanti lahan itu akan diberikan kepada anak cucunya jika dirinya sudah tua. Oleh sebab itu, pihaknya keberatan jika lahan miliknya digunakan sebagai jalan umum.

Hilangkan Pohon Jatim

Lebih lanjut, Sonem menjelaskan dalam pembangunan talut jalan itu turut menghilangkan sejumlah pohon jati yang tumbuh di lahan tersebut.

Sementara itu, salah seorang warga Ngledok, Gading, Tanon, Parno, mengakui jalan itu baru ditutup kemarin pagi. Ditanya alasan warga yang menutup jalan itu, menurut Parno, karena yang bersangkutan mengklaim jalan itu sebagai tanah miliknya.

"Dulu yang ngasih mbahnya sekarang diambil putranya. Jadi [jalan] ditutup [pagar tembok] ini. Dampaknya [warga] gak bisa lewat, harus puter balik sana. Harapan warga kalau bisa ya dikasih jalan lagi," ungkap dia.

Ditangkap Polisi Sragen, Sopir Bus Malam Ngaku Pakai Sabu-Sabu Demi Nyawa Penumpang


Editor : Profile Rohmah Ermawati
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com


berita terkait

    berita terpopuler

    Iklan Baris

    Properti Solo & Jogja

    berita terkini