Jadi Wisata Belanja Ngehits, Ini Loh Sejarah Berdirinya Pasar Ikan Balekambang Solo
Solopos.com|soloraya

Jadi Wisata Belanja Ngehits, Ini Loh Sejarah Berdirinya Pasar Ikan Balekambang Solo

Dengan penataan modern, Pasar Ikan Balekambang Solo diharapkan memiliki standar mutu yang sesuai syarat kesehatan dan ramah lingkungan.

Solopos.com, SOLO -- Sempat mati suri karena sepinya pengunjung, Pasar Ikan Balekambang Solo yang hanya buka pada malam hari kini justru ngehits dan menjadi jujugan masyarakat untuk berburu aneka jenis ikan segar.

Berdasarkan catatan Solopos.com, Pasar Ikan Balekambang Solo Pasar itu resmi dibuka pada 2012 setelah diresmikan Wali Kota Solo saat itu, Joko Widodo (Jokowi), yang kini menjadi Presiden RI. Grosir pasar ikan resmi milik Pemerintah Kota (Pemkot) Solo yang dikelola pihak swasta itu sempat mati suri hingga kembali beroperasi pada Rabu (3/2/2021) malam.

Saat kali pertama buka dulu, Pasar Ikan Balekambang hanya berisi satu pedagang. Padahal, pasar seharusnya berisi sekumpulan pedagang yang bersama menempati suatu tempat untuk berjualan.

Baca juga: Pasar Ikan Balekambang Solo Bikin Kepincut, Ada Gurita hingga Baby Hiu

Kini dengan penataan modern, Pasar Ikan Balekambang diharapkan memiliki standar mutu yang sesuai syarat kesehatan serta sanitasi yang memadai dan ramah lingkungan.

Ikan segar didatangkan dari semua daerah yang menjadi sentra penghasil ikan laut di kawasan pantai utara (pantura). Seperti dari Jepara, Rembang, Demak, Kendal, Gresik, Lamongan, dan Banyuwangi.

Sedangkan dari pantai selatan, Pasar Ikan Balekambang Solo menampung ikan dari Trenggalek, Pacitan, sampai Cilacap. Ikan air tawar didatangkan dari Waduk Gajah Mungkur Wonogiri, Waduk Kedung Ombo, kolam ikan Klaten, Karanganyar, dan Sukoharjo.

Baca juga: Ramai Lagi, Ini 5 Fakta Tersembunyi dari Pasar Ikan Balekambang Solo

Ikan dijual secara grosir dan eceran dengan jam buka pukul 19.00 WIB-04.00 WIB.

“Karena ikan didatangkan dari sumbernya langsung, harganya jauh lebih miring dan terjangkau masyarakat. Pasar didirikan dengan konsep jauh dari kesan kumuh, becek, atau bau,” kata Perwakilan Manajemen Pasar Ikan Balekambang, Liesmianingsih, dalam rilis yang diterima Solopos.com, Kamis (4/2/2021).

Fasilitas Lengkap

Fasilitas yang tersedia di pasar ikan pun lengkap mulai dari, lapak yang bisa untuk parkir mobil per pedagang, saluran air bersih. IPAL untuk pengolahan limbah, musala, kamar mandi, genset, kantin, dan sebagainya.

Pengelola Pasar Ikan Balekambang, Joenet Novianto, mengatakan tak menyangka Pasar Ikan Balekambang baru ramai didatangi pembeli. Hal ini mengingat pasar yang dulu, respons masyarakat Solo dan sekitarnya tidak terlalu bagus.

Kini pasar ini sukses menjadi daya tarik bagi masyarakat Solo dan luar Solo. Menurutnya, banyak faktor yang mendukung pasar ikan ini menjadi magnet wisata belanja baru di Kota Bengawan.

Baca juga: 5 Pedagang Bermobil di Kawasan Pasar Cinderamata Solo Positif Covid-19

Alasannya adalah mulai dari, jenis ikan air laut dan tawar yang cukup beragam, harga yang terjangkau, hingga kualitas ikan yang segar. Setidaknya sebanyak 30 ton ikan segar dijual di pasar ini setiap harinya.

“Konsumennya terbagi menjadi dua, yakni pedagang ikan untuk kulakan dan konsumen/pembeli biasa. Konsumen umum paling belinya sekilo [kilogram] dua kilo, atau kurang dari itu,” ujar dia, kepada Solopos.com, beberapa waktu lalu.

Beragam jenis ikan air laut maupun tawar ada di pasar ini. Mulai dari gurita, udang, cumi, kepiting, bakau, baby hiu, emas belanak, pari, patin, gurame, nila, pari, bandeng, tongkol, dan sebagainya.

Harga Lebih Murah

Harga ikan yang lebih murah dari pasaran ini lantaran pengelola berani mendatangkan pedagang ikan kakap langsung dari asalnya, seperti dari kawasan pantai utara (Pantura) Jepara, Rembang, Demak, Rembang, Kendal, Gresik, Lamongan, hingga Banyuwangi dan Pacitan.

Setidaknya ada 25 pedagang datang menggunakan mobil pikap yang membawa muatan ikan segar setiap harinya ke Solo.

Salah satu pedagang ikan asal Jepara, Ahmad Nur Aji, mengaku meraup untung yang lumayan dengan berjualan ikan sampai ke Solo. Meski dikenal murah, harga ikan jualannya sudah diperhitungkan.

“Sudah saya hitung termasuk ongkos transportasinya ke sini. Sini boleh dibilang pasar grosir, jadi ya harus murah lah. Semuanya laku [ikan]. Antusiasme konsumen terhadap pasar ikan ini sangat tinggi. Baru tiga bulan pasar ini, transaksinya sudah seperti pasar yang sudah berdiri tahunan,” tutur dia.

Baca juga: Terlilit Utang, Pria Semarang Ditemukan Nggantung di Proyek Bangunan Baturono Solo



Berita Terkait
Indeks Berita
Promo & Events
Terpopuler
Berita Terkini
Indeks
Berita Video
View All

Apa yang ingin anda baca?

:
:
Night Mode
Notifications
Support
Privacy
PasswordUpdated 15 days ago