top ear
Hotel Edotel untuk sementara difungsikan sebagai tempat isolasi nonrumah sakit pasien Covid-19. Foto diambil Jumat (7/8/2020). (Taufiq Sidik Prakoso/Solopos)
  • SOLOPOS.COM
    Hotel Edotel untuk sementara difungsikan sebagai tempat isolasi nonrumah sakit pasien Covid-19. Foto diambil Jumat (7/8/2020). (Taufiq Sidik Prakoso/Solopos)

Jadi Tempat Isolasi Pasien Covid-19, Ini Sederet Fasilitas Edotel di Klaten

Pemanfaatan Edotel untuk sementara digunakan sebagai tempat isolasi nonrumah sakit pasien positif Covid-19.
Diterbitkan Sabtu, 8/08/2020 - 09:20 WIB
oleh Solopos.com/Taufiq Sidik Prakoso
3 menit baca

Solopos.com, KLATEN – Gedung Education Hotel atau Edotel di SMKN 3 Klaten difungsikan sementara sebagai tempat isolasi nonrumah sakit bagi pasien terkonfirmasi positif Covid-19 tanpa gejala. Meski diisolasi, pasien dipastikan mendapatkan fasilitas selayaknya menginap di hotel.

Kosakata Nyeleneh Khas Sragen, Begini Penjelasannya Menurut Pakar Linguistik

Kepala SMKN 3 Klaten, Dionisius Pramuaji, mengatakan Edotel difungsikan untuk pembelajaran praktik siswa jurusan perhotelan. Hanya saja, selama ada pandemi Covid-19, hotel itu tutup sementara. Aktivitas praktik ditiadakan sementara waktu dan siswa mengikuti pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Pramuaji mengatakan Edotel memiliki tiga lantai. Lantai pertama diantaranya terdapat lobi serta beberapa ruang yang bisa digunakan untuk pertemuan. Pada lantai II dan III ada kamar menginap dengan jumlah total 18 kamar. “Lantai II dan III itu masing-masing ada sembilan kamar. Yang saat ini difungsikan untuk merawat pasien positif itu di lantai II,” jelas Pramuaji saat dihubungi Solopos.com, Jumat (7/8).

Fasilitas Lengkap

Meski selama ini sebagai tempat pembelajaran, fasilitas yang ada di Edotel lengkap. Masing-masing kamar berukuran 4 meter x 4 meter dan terdapat dua tempat tidur. Ada televisi, Wifi, kamar mandi dengan fasilitas air hangat dan air dingin ada, AC, serta fasilitas komunikasi di setiap kamar. “Semuanya lengkap. Ya standar fasilitas hotel,” ungkap dia.

Ada Bakul Sego Berkat Cantik di Banaran Sukoharjo, Akankah Viral?

Belum lama ini hotel tersebut direnovasi. Pada 2019 ada gelontoran dana dari pemerintah pusat untuk merenovasi hotel tersebut dengan nilai total Rp1,5 miliar. Kerusakan-kerusakan seperti plafon kamar jebol yang sebelumnya ada di hotel itu sudah diperbaiki. “Sekarang kondisi kamarnya sudah sangat nyaman. Semuanya sudah diperbarui termasuk kunci kamarnya sekarang sudah elektrik,” urai dia.

Terkait pemanfaatan hotel untuk isolasi pasien Covid-19, Pramuaji menjelaskan sudah mendapatkan izin dari pemerintah provinsi. Pemanfaatan Edotel untuk sementara digunakan sebagai tempat isolasi nonrumah sakit pasien positif Covid-19 dipastikan tak mengganggu aktivitas sekolah lantaran siswa masih menjalani PJJ. Selain itu, lokasi hotel tersebut terpisah dari ruangan lain yang ada di sekolah.

“Jauh sebelumnya kami sudah sosialisasi. Penanggulangan Covid-19 menjadi tanggung jawab bersama. Karena hotel tersebut juga aset negara dan ini digunakan untuk kepentingan negara juga, bagi kami itu tidak masalah,” jelas dia.

Tak Lagi Zona Hijau, Satgas Covid-19 Izinkan Sekolah Tatap Muka di Zona Kuning

Soal petugas selama Edotel untuk tempat isolasi nonrumah bagi pasien Covid-19, Pramuaji mengatakan seluruhnya berasal dari petugas yang disiapkan pemkab melalui Gugus Tugas Pencegahan dan Pengendalian Covid-19. “Semuanya dari petugas kesehatan termasuk protokol yang diterapkan,” ungkapnya.

Rawat 1 Pasien

Saat ini ada satu pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang dirawat di Rumah Sehat Covid-19 Edotel Klaten. Pasien yang dirawat di tempat itu dengan kondisi tanpa gejala klinisi.

Koordinator Gugus Tugas Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 Klaten, Ronny Roekmito, mengatakan pasien diisolasi di salah satu kamar Edotel. Pasien tetap dalam pengawasan petugas kesehatan. Hotel juga dijaga ketat oleh Satpol PP dan tak sembarang orang diizinkan masuk ke hotel tersebut selama digunakan untuk isolasi pasien.

Pandemi Covid-19 Bikin Kota Semarang Kehilangan Rp1,1 Triliun

Soal biaya, Ronny menegaskan seluruh biaya perawatan pasien terkonfirmasi positif yang dirawat di tempat isolasi nonrumah sakit seperti di Edotel ditanggung pemerintah. “Iya [ditanggung pemerintah]. Kami siapkan anggaran dari BTT APBD Klaten,” urai dia.

Ronny juga menjamin setelah tak lagi digunakan untuk isolasi pasien terkonfirmasi positif, Edotel dikembalikan sesuai fungsi semula yakni tempat pembelajaran praktik siswa jurusan perhotelan. “Tetap kami kembalikan ke fungsi semula. Sebelumnya itu nanti dilakukan desinfektan,” jelas dia.


Editor : Profile Jafar Sodiq Assegaf
LIKE di sini untuk lebih banyak informasi terbaru di Solopos.com


berita terkait

berita terpopuler

Iklan Baris

Properti Solo & Jogja

berita terkini